Kampanye Negatif, Ditanggapi Bijak oleh Pastor Amo
Pastor Anselmu Amo,MSC
Kalau memang mereka ingin penjelasan, bisa datang ke Keuskupan, maka akan kami jelaskan
Merauke, PSP – Tanpa dasar dan mengetahui jelas maksud Keuskupan Agung Merauke, kampanye negative terus disuarakan aktivis lingkungan hidup di Jayapura. Mereka mengecam adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Keuskupan Agung Merauke dengan PT. Tunas Sawe Erma yang merupakan anak perusahaan Korindo Group.
Apalagi setelah mengetahui General Manager PT Tunas Sawa Erma, Jimmy Yonesendu telah menyerahkan Rp. 800 Juta dari total bantuan senilai Rp. 2,4 Miliar yang akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun di Sekretariat Keuskupan Merauke, Selasa (05/01/2021). Dimana perbulannya akan diberikan Rp 20 Juta kepada Keuskupan Agung Merauke
Padahal Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC telah secara jelas menyampaikan memberikan dukungan terhadap perusahaan dalam berinvestasi di wilayah Selatan Papua dengan catatan perusahan harus mengedepankan dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup demi anak cucu kedepan. Dan tidak berorientasi semata untuk mendapat keuntungan saja, tetapi harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi perusahaan berada.
Namun kampanye negative masih saja terus disuarakan. Terkait itu, Kepala Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke (SKP KAME) Pastor Anselmu Amo,MSC dengan bijak meminta pihak – pihak yang kontra terhadap kerja sama Keuskupan dengan PT. Tunas Sawe Erma tidak perlu terlalu berfikiran negatif.
“Pertanyaan nya, mereka itu dari Keuskupan Agung Merauke kah, atau tuan – tuan dusun di wilayah Korindo kah. Kaitan mereka apa dan kepentingannya apa untuk membatalkan itu,” tanya Pastor Amo dari selulernya, kemarin.
Dikatakan Pastor Amo, tuan – tuan dusun sendiri yang ada di seputaran Korindo tidak mempermasalahkan kerja sama tersebut. “Yang jelas, tuan – tuan dusun yang ada di seputaran Korindo, setelah mendapatkan penjelasan dari kami tidak ada masalah, artinya mereka mengerti apa yang dimaksud oleh Uskup,” kata Pastor Amo.
Menurut Pastor Amo, pihak yang kontra tersebut perlu memahami lebih jauh maksud dan tujuan kerjasama itu. “Diluar itu, saya fikir perlu mengetahui lebih dalam, jangan hanya dengar dari luar lalu berkoar – koar, tidak ada dasar yang jelas. Kalau memang mereka ingin penjelasan, bisa datang ke Keuskupan, maka akan kami jelaskan, bukan berkoar – koar diluar,” tegas Pastor Amo. Soal adanya pihak membuat aksi menggalang dana, Pastor Amo berpendapat, tidak ada masalah. “Tidak ada masalah, soal Uskup nanti mau terima atau tidak itu kembali ke Uskup. Intinya kita jangan banyak berfikiran negatif,” pesan Pastor Amo. [ERS-NAL].
