Bawaslu Mappi Bagikan 750 Masker Gratis, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

0

Mappi, PSP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mappi menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membagikan sekitar 750 masker gratis kepada warga, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut menyasar para pengguna jalan, pelajar, pengendara kendaraan bermotor, hingga masyarakat yang beraktivitas di sejumlah titik di Kota Kepi dan sekitarnya.

Pembagian masker dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti wilayah Kabupaten Mappi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mappi, Michael Meypen, bersama Anggota Bawaslu Mappi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (PPPS), Ansar, turun langsung ke lapangan didampingi jajaran staf Bawaslu untuk membagikan masker kepada warga.

Michael Meypen mengatakan bahwa aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bawaslu Mappi terhadap kondisi masyarakat yang saat ini harus menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.

Menurutnya, kualitas udara yang menurun dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Mappi yang saat ini terdampak kabut asap. Kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kabut asap yang cukup pekat berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, iritasi mata, hingga sesak napas apabila terpapar dalam waktu yang lama.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu mendesak di luar rumah.

Selain membagikan masker, Bawaslu Mappi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara belum kembali normal.

Langkah pencegahan sederhana seperti menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan dinilai sangat penting dilakukan. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *