Penerbangan Perintis Cargo Diharapkan Bisa Tekan Disparitas Harga

0
Penerbangan perintis cargo perdana rute Merauke ke Oksibil, Selasa (261).

Penerbangan perintis cargo perdana rute Merauke ke Oksibil, Selasa (26/1). Foto: PSP/FHS

Alferus : Pegubin Harga Barang Termahal Kedua di Papua, Setelah Puncak Yaya

Merauke, PSP – Penerbangan perintis cargo dari Merauke ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, yang dimulai sejak 26 Januari 2021, diharapkan bisa  menekan disparitas harga di daerah tersebut. Sebab, Kapupaten Pegubin merupakan harga barang termahal kedua di Papua, setelah Kabupaten Puncak Jaya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Bintang, Alferus Sanuari, saat pembukaan penerbangan perintis cargo menggunakan pesawat Trigana Air di Bandara Mopah, Selasa (26/1).

Menurut Alferus, harga barang bisa melonjak tinggi, bila terjadi sutu peristiwa keributan atau pesawat tidak masuk, lantaran cuaca jelek hingga beberapa pekan. Harga beras per karung, bisa mencapai Rp 750.000 hingga Rp 1.000.000. Demikian juga dengan barang lainnya, termasuk bahan bangunan.  Untuk penerbangan perintis cargo itu, subsidi 100 persen dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Direktorat Angkutan Udara.

“Kita sengaja ambil rute dari Merauke, karena belum ada komersi dari sini ke Oksibil. Kalau dari Sentani, sudha ada komersil,” terangnya.

Pemda Pegubin, katanya, sangat menyambut baik program Kemenhub tersebut. Karena, sudah bisa menjawab apa yang menjadi pergumulan selama ini.

Kepala UPBU Oksibil, Agus H Sudarmanto, juga menyampiakan hal yang sama. Dengan kehadiran penerbangan cargo perintis itu, bisa menurunkan harga barang di Oksibil, secara umum di wilayah Pegubin. Harga barang disana mahal, karena factor transportasinya, yang hanya bisa diakses via jalur udara.

“Pelayanan penerbangan ini, dalam seminggu tiga kali dari Merauke ke Oksibil dengan muatan 6 ton, setiap kali terbang,” ujar Agus.

Harapan yang sama juga dihaturkan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke,  Sigit Pramono, atas program penerbangan perintis cargo itu. Dimana, barang dibawa langsung menggunakan pesawat jenis ATR milik Trigana Air.

“Otomatis  Pegubin yang selama ini barang disuplai dari Jayapura, kita membuka jalur selatan. Dengan demikian, komoditas Merauke, salah satunya beras petani bisa terserap,” katanya. Penerbangan cargo subsidi  yang ada, ke depannya akan dilakukan evaluasi oleh Dishub, UPBU Oksibil bersama Pemda Pegubin. Apakah, dengan adanya penerbangan cargo dari Merauke, harga barang di sana benar turun. “Program pemerintah ini bertujuan menjawab kesenjangan harga. Jika sekali terbang bawa 6 ton beras.  Maka, kalo satu bulan, sudah  72 ton beras Merauek yang terserap di Pegubin. Masyarakat Merauke juga akan terbantu,” pungkasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *