14 Juni 2024

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Areal Kali Mandobo Ancam Buat Jalan Darurat

0

H. Chaerul Anwar, ST

Wabup Boven : Terkait kondisi jalan Trans Papua wilayah Boven Digoel (arah Merauke dan Mindiptana) sudah kami Konfirmasikan ke Kepala Balai Jalan XXII Merauke.

Tanah Merah, PSP – Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional Papua diminta segera membenahi rusaknya jalan Trans Papua di seberang Kali Mandobo. Jika permintaan ini tidak di gubris, masyarakat mengancam membuat jalan darurat, dan akan menarik pungutan pada setiap pengguna jalan yang lewat.

Salah satu masyarakat Tanah Merah, Nikolaus Lande yang bermukim dan kesehariaanya berkebun di Areal Kali Mandobo itu mengatakan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan. Seperti saat ini seharusnya tidak boleh dibiarkan terus, karena jika dibiarkan terlalu lama jalan akan semakin rusak.

Salah satu titik jalan traspapua Merauke tanah merah yang rusak para saat ini. Foto: PSP/VER

Dikatakan Lande, dengan adanya kondisi jalan yang mengalami kerusakan seperti saat ini ditengah pandemic Virus Corona, dikhawatirkan arus transportasi penyaluran sembako akan terhambat, dan Pemerintah melalu Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional Papua harus segera membenahi jalan tersebut. Jika tidak ia bersama werga lainnya mengancam akan melakukan pemalangan dan membuat jalan darurat dan akan menarik pungutan pada setiap pengguna jalan yang melalui jalan tersebut.

“Jalan saat ini sudah semakin rusak, dikawatirkan dengan curah hujan seperti ini akan membuat kondisi jalan tambah para, minimal di timbun atau di perbaiki, apalagi dengan situasi pandemic korona seperti ini akan menghambat trasportasi yang mengangkut bahan sembako,”katanya.

Baca Juga : Banyak Pelabuhan Kecil, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulit Awasi Transportasi Barang dan Penumpang

Dicontohkan Nikolaus, pada 2016 lalu, ditempat yang sama jalan tersebut pernah mengalami kerusakan dan menghambat akses transportasi, yang seharusnya waktu tempuh tujuh sampai sepuluh jam, harus tertahan diujung kota Tanah Merah hingga satu dua hari.

Dijelaskan lande, pemeliharaan jalan Trans Papua ini harus terus dilakukan jika melihat kondisinya sudah mulai rusak. Namun kalau dibiarkan hingga rusak baru diperbaiki, tentu akan menyulitkan masyarakat pengguna jalan dan itupun nantinya membutuhkan anggaran yang besar.Baiknya sebelum terlambat dan kerusakannya meluas, jalan tersebut harus segera dibenahi.

“Jadi rusaknya jalan ini bukan hanya di Kali mandobo saja, tetapi sepanjang jalan traspapua dari Asiki menuju Tanah Merah ini, sebagian sudah mengalami kerusakan, dan ini sudah seharusnya pemerintah perhatikan jalan, sehingga tidak memperhambat aktifitas trasportasi,”pungkasnya saat ditemui di Tanah Merah, Minggu, 3/5/2020.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Asmat Batasi Jam Operasional Kegiatan Usaha

Sementara itu, Wakil Bupati Bocen Digoel, Chaerul Anwar mengatakan terkait kondisi jalan Trans Papua wilayah Boven Digoel (arah Merauke dan Mindiptana) sudah kami Konfirmasikan ke Kepala Balai Jalan XXII Merauke Kementerian PUPR, yang punya otoritas penuh atas Jalan ini.

Masih menurut Wabup, selain pemda tidak punya anggaran khusus untuk pemeliharaan Jalan Trans Papua juga dipengaruhi faktor cuaca dengan curah hujan cukup tinggi dan kapasitas muatan yg kadang overload, sehingga mengganggu kelancaran transportasi logistic dan manusia.

Baca Juga : Selama 2019-2020, Bulog Kirim 10.000 Ton Beras Merauke ke Luar Daerah

“Alhamdulillah kemarin sdh di respon baik sekali oleh Kepala Balai jalan untuk di kerjakan kembali scptnya sambil menunggu proses tender di pusat selesai (tender murni sdg berproses di pusat),” ujar Wabup melalui pesan Whats Appnya, Minggu,3/5/2020.

Wabup menambahkan, bahwa hal ini juga sudah dilakukan ketika Jalan Trans Papua (Prabu) kondisi hancur dan langsung direspon balai dengan di perbaiki. “Perbaikannya tidak permanent namun untuk memudahkan perjalanan menjadi lebih baik, harap maklum.” Tutupnya. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *