Karhutla Sebabkan Kabut Asap di Mappi, Risiko Gangguan Pernapasan Meningkat
Mappi, PSP – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mappi dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tersebut diduga dipicu...
Mappi, PSP – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mappi dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tersebut diduga dipicu...
Mappi, PSP – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Papua Selatan secara resmi menyerahkan Surat Keputusan...
Merauke, Jamkesnews – Bagi seorang ibu, proses persalinan menjadi momen yang penuh harapan sekaligus membutuhkan ketenangan. Dukungan tenaga kesehatan dan...
Mappi, PSP - Muara Digul dan Admikorbai adalah dua Calon (Daerah Otonomi Baru) DOB Kabupaten yang telah disuarakan dan diperjuangkan...
Mappi, PSP - 26 September 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mappi memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 yang jatuh...
Merauke, PSP – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Merauke menetapkan SPBU 86.996.01 di Kampung Amunkay,...
Merauke, Jamkesnews – Proses pemulihan setelahmengalami kecelakaan tidak selalu berlangsung singkat. Pemeriksaan berulang, perawatan, hingga tindakan medislanjutan menjadi bagian yang harus...
Mappi, PSP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Lagenggo terus mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Salah...
MERAUKE, PSP - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke bersama keluarga almarhum Leonardo Konorop resmi mendatangi kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) selatan. Kedatangan tersebut guna menyampaikan kronologis dan sejumlah temuan fakta terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh 3 Oknum anggota Polres Merauke pada tanggal 3 September 2026 di halam rumah Korban yang beralamat di jalan Brawijaya Kecil, Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Dalam Kesempatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan Damianus Katayu, serta sejumlah unsur pimpinan Pokja yang turut Hadir. Dikesempatan tersebut LBH Papua Merauke menegaskan bahwa kejadian penganiaan berat yang dialami korban hingga berujung pada hilangnya nyawa almarhum Leonardus Konorop masuk dalam kategori pelnggaran HAM. Karena dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian dan bukan sekedar hanya tindak pidana biasa dan pelanggaran Kode Etik dan Administratif Kepolisian. Oleh sebab itu dalam kesempatan tersebut keluarga korba bersama Tim Kuasa hukum menyerahkan beberapa desakan kepada Majelis Rakyat Papua Selatan sebagai berikut : 1. Membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan Investigasi dugaan terjadinya pelanggaran Hak As asi Manusia berkaitan dengan penganiayan berat terencana terhadap saudara alm.Leonardo Konorop yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Resor Merauke dan 1 orang terduga TNI. 2. Meminta MRPS berkoordinasi dengan Kapolres Merauke guna mendesak Propam memastikan pejabat Polri yang berwen ang untuk membentuk komisi Kode Etik Profesi agar segera dilakukanya Pemeriksaan dan sidang Komisi Kode Etik Profesi untuk memastikan ketiga terduga para pelaku pelanggar HAM wajib diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Kepolisian. 3. Melakukan koordinasi bersama antara lembaga baik Komnas HAM, LPSK, dan OMBUDSMAN RI Perwakilan Papua untuk memantau dan memastikan Hak-Hak korban atas Keadilan dapat terpenuhi. 4. Mengawal Proses Hukum baik Pidana maupun Kode Etik dan Administratif. 5. Berkordinasi aktif dengan pendamping hukum untuk memastikan Alur Advokasi.
Merauke, Jamkesnews – Ketika kondisi kesehatan membutuhkan penanganan, kepastian untuk mendapatkan pelayanan menjadi hal yang penting bagi setiap orang. Kehadiran...
Mappi, PSP – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, menjadi perhatian serius jajaran Polres...
Merauke, PSP - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menyapa dan memberikan apresiasi kepada pelanggan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Kamis (4/9). Kegiatan tersebut digelar serentak di 12 kota dan kabupaten, yakni Ternate, Halmahera Utara, Ambon, Buru, Sorong, Manokwari, Nabire, Timika, Merauke, Jayawijaya, Biak, dan Jayapura. Dalam kegiatan itu, Pertamina Patra Niaga berinteraksi langsung dengan konsumen di sejumlah SPBU serta pengguna Bright Gas, khususnya pelaku usaha restoran dan rumah makan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk mendengarkan masukan sekaligus memberikan apresiasi kepada konsumen. “Kami menyapa pelanggan dan ikut membantu proses pengisian BBM. Kami juga berinteraksi, meminta masukan atas layanan Pertamina sekaligus memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, mitra ojol, dan pekerja SPBU atau mitra pengelola hotel, restoran, dan kafe pengguna Bright Gas yang berprestasi,” kata Ispiani. Menurut dia, Harpelnas 2026 yang mengusung semangat “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk mempererat hubungan dengan konsumen. “Kami ingin memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendengarkan pengalaman pelanggan atas layanan yang Pertamina berikan. Segala masukan menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya. Ispiani menegaskan, pelayanan kepada pelanggan menjadi salah satu prioritas Pertamina Patra Niaga. Selain kegiatan interaksi langsung, perusahaan juga menghadirkan sejumlah promo khusus dalam rangkaian Harpelnas 2026 yang dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina. “Mewakili Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang terus setia menggunakan produk-produk Pertamina. Selamat merayakan Hari Pelanggan Nasional, suara dan senyum pelanggan merupakan hal yang sangat berharga bagi kami,” katanya. Sementara itu, Aldo, pengemudi ojek online di Kota Ambon sekaligus pengguna Pertamax, mengapresiasi perhatian Pertamina kepada konsumen. Ia menilai kualitas produk dan kemudahan layanan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitasnya sebagai pengemudi ojek online yang menggunakan kendaraan setiap hari. “Selama menggunakan Pertamax, saya merasa performa motor tetap nyaman dan konsumsi BBM juga cukup efisien. Pelayanannya juga menurut saya semakin baik. Terima kasih Pertamina sudah terus memberikan perhatian kepada pelanggan,” ujar Aldo. Rillis
MAPPI, PSP — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengklarifikasi informasi di Facebook terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai oleh penerima manfaat belum sepenuhnya memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Menanggapi informasi tersebut, pihak SPPG memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Ketua Yayasan Lagenggo Multi Dimensi, Rosita Adriyanti, S.E., menjelaskan bahwa penyediaan menu MBG pada prinsipnya tetap mengacu pada ketentuan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, pihaknya mengakui masih terdapat kekeliruan pada sebagian kecil paket makanan di ompreng. “Memang kadang petugas SPPG kelewatan satu dua ompreng yang lupa isi sayur dan lupa isi buah. Sehingga pada kesempatan ini pihak SPPG memohon maaf kepada penerima manfaat MBG,” tutur Rosita kepada media ini, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPPG agar ke depan proses pengecekan dan pendistribusian menu dapat dilakukan dengan lebih teliti. Masukan dari penerima manfaat juga dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas program MBG. Rosita menyampaikan apresiasi kepada para penerima manfaat yang telah memberikan saran, kritik, dan masukan kepada pihak SPPG. Ia menegaskan bahwa setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan. “Kami berterima kasih kepada penerima manfaat MBG yang telah memberikan saran dan masukan yang luar biasa kepada SPPG. Terkait saran dan masukan tersebut, tentu ke depannya kami akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya. Pihak SPPG juga membuka ruang komunikasi secara langsung bagi masyarakat yang ingin menyampaikan saran maupun pendapat terkait menu MBG. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang baik antara penyelenggara program dan penerima manfaat. “Kami juga membuka ruang kepada bapak atau ibu penerima manfaat MBG yang mau memberikan masukan, saran, dan pendapat terkait menu. Silakan bisa langsung ke kantor SPPG MBG, kami siap melayani,” pungkas Rosita.
Mappi, PSP - Personel Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Resor Mappi menggelar aksi sosial dengan menjenguk warga yang sedang dirawat di...
Merauke, Jamkesnews – Mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik menjadi pengalaman berkesan, terutama bagi seseorang yang untuk pertama kalinya harus menjalani...