Dinkes Merauke Perkuat Jejaring Pelayanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas.

0

Merauke, PSP – Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Seksi Pelayanan Kesehatan Usia Produktif, Usia Lanjut, Kesehatan Kerja, dan Olahraga (UPL Kesjaor), menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor untuk memperkuat komitmen jejaring dan kolaborasi dalam pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, Senin (3/8).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang inklusif di Kabupaten Merauke. Sejumlah kendala yang masih dihadapi dimana belum seluruh fasilitas kesehatan ramah disabilitas, keterbatasan alat bantu dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam pelayanan inklusif, serta sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan akibat luasnya wilayah geografis Merauke.

Rapat koordinasi ini dihadiri Wakil Bupati Merauke, Dr. Hj. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H., yang menyampaikan materi bertajuk Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Dalam paparannya, ia menegaskan kalau penyandang disabilitas itu adalah warga negara yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dikasihani, tetapi warga negara yang memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, serta berpartisipasi dalam pembangunan. Tantangan yang mereka hadapi sering kali bukan semata-mata kondisi disabilitasnya, melainkan berbagai hambatan fisik, sosial, komunikasi, dan kebijakan yang belum sepenuhnya ramah terhadap kebutuhan mereka,” ujarnya.Ia juga menambahkan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan pembangunan diukur bukan dari seberapa cepat kita membangun, tetapi dari seberapa banyak masyarakat yang dapat menikmati hasil pembangunan tanpa ada yang tertinggal,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, hingga masyarakat untuk terus bersinergi mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk masyarakat di kampung-kampung terpencil dan Orang Asli Papua.

“Mari kita bersama mewujudkan lingkungan yang inklusif, menghormati keberagaman, dan memastikan setiap penyandang disabilitas dapat hidup secara mandiri, sehat, produktif, serta bermartabat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi UPL Kesjaor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Helen Lucia Catrin Butar-Butar, S.K.M., M.K.M., mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat jejaring dan komitmen lintas sektor agar pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Merauke semakin terintegrasi dan berkelanjutan.

“Pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap seluruh sektor terkait, mulai dari fasilitas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga organisasi penyandang disabilitas, semakin solid dalam membangun jejaring pelayanan yang inklusif, mudah diakses, dan berkesinambungan bagi masyarakat Merauke,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Merauke berharap terbangun komitmen bersama lintas sektor untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang setara, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh penyandang disabilitas, sehingga tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh hak atas kesehatan.[CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *