SD INPRES POLDER MERAUKE PERKUAT KOMITMEN ADIWIYATA MENUJU SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN NASIONAL

Merauke, PSP – SD Inpres Polder, Kabupaten Merauke, terus memantapkan langkah menuju pengakuan Sekolah Adiwiyata Nasional melalui berbagai inovasi nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Komitmen ini semakin kokoh setelah menerima kunjungan resmi Wakil Bupati Merauke, Dr. Hj. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H., beserta jajaran Muspida dan instansi terkait, serta diwujudkan dalam berbagai program unggulan berbasis daur ulang dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Kunjungan Wakil Bupati Merauke disambut hangat oleh Kepala Sekolah SD Inpres Polder, Shirley C.O Resubun, S.Sos, M.AP, beserta dewan guru, komite sekolah, serta perwakilan siswa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Kapolres Merauke, Danramil 1707 Merauke, Lurah Maro, perwakilan Badan Pengawasan Dampak Lingkungan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah memaparkan berbagai terobosan yang telah dilakukan, mulai dari gerakan “Satu Siswa Satu Tumbler” sampai pemanfaatan sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Program ini berhasil menekan drastis penggunaan botol minum sekali pakai dan sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Kami tidak lagi memandang plastik sebagai sampah, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Hal ini menjadi ciri khas atau brand tersendiri bagi SD Inpres Polder dalam mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan,” ujar Shirley.
Bukti nyata dari kreativitas itu terlihat jelas di Greenhouse (Rumah kaca) Sekolah yang unik. Pagar Greenhouse seluruhnya terbuat dari ecobrick (botol plastik bekas yang dipadatkan) serta galon bekas yang disusun rapi.


Di dalamnya, sekolah menanam berbagai jenis tanaman hias, tanaman obat keluarga, dan tanaman pangan. Selain itu, Greenhouse juga menjadi pusat kegiatan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, pembuatan eco-enzim dari daun dan sisa makanan, serta pembuatan antiseptik alami yang aman dan ramah lingkungan.
Lebih dari itu, puluhan galon air minum bekas yang seharusnya menjadi sampah kini dimanfaatkan secara cerdas sebagai wadah budidaya ikan lele sebanyak 150 ekor. Air sisa pemeliharaan ikan pun tidak dibuang, melainkan digunakan kembali sebagai pupuk cair alami untuk menyuburkan tanaman di sekolah. Secara keseluruhan, lebih dari 240 buah botol dan galon plastik bekas berhasil diselamatkan dari pembuangan sampah.
Keberhasilan berbagai program ini tidak lepas dari peran strategis Kader Sekolah Adiwiyata. Para siswa yang tergabung dalam kader ini bertindak sebagai pelopor, pengawas, dan penggerak kegiatan konservasi air, konservasi energi, kebersihan, serta sanitasi lingkungan. Mereka aktif mengingatkan teman-temannya untuk mematikan keran dan lampu yang tidak terpakai, memilah sampah, serta merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab.



Wakil Bupati Merauke, dalam arahannya memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif SD Inpres Polder. “Apa yang dilakukan SD Inpres Polder adalah contoh nyata bahwa sekolah dapat berperan besar dalam menjaga lingkungan. Semangat memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat patut ditiru oleh lembaga pendidikan lainnya di Merauke,” ungkap Wakil Bupati.

Saat ini, SD Inpres Polder sedang mematangkan persiapan menuju penilaian Adiwiyata Nasional. Seluruh kegiatan yang telah berjalan menjadi bukti keseriusan sekolah dalam mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli, bertanggung jawab, dan berbudaya lingkungan. [CR1-NAL]
