Pilot dan Copilot Pesawat Smart PK-SNR Tewas Di bandara Koroway, Ini Penjelasan Kapolres Boven Digoel
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra SH, SIK. CPHR
Tanah Merah, PSPĀ – Pembunuhan Pilot dan Copilot Pesawat Smart PK-SNR di Bandara udara Koroway Boven Digoel dibenarkan Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra SH, SIK. CPHR saat di konfirmasi media ini.
Kapolres Wisnu mengatakan sesuai informasih yang diperolah dari pihaknya bahwa sekitar pukul 11:00 Wit pesawat Smart PK-SNR yang berisikan 11 Penumpang terbang dari Bandara udara tanah menuju bandara udara Koroway, dan saat pesawat tersebut mendarat di bandara udara Koroway diserang oleh sekelompok orang yang tidak di kenal.
Lebih lanjut Kapolres berujar, saat terjadi penyerangan, penumpang maupun pilot sempat melarikan diri kedalam hutan, namun pilot dan kopilot berhasil di tangkap oleh sekelompok orang yang tidak di kenal. Sekitar pukul 17:13 wit di konfirmasi bahwa pilot dan kopilot telah meninggal dunia.
“Sesuai informasi yang berkembang, bahwa pesawat tersebut sudah mendarat lalu sejumlah orang tidak di kenal melakukan pengejaran terhadap pilot dan kopilot, sempat lari masuk kedalam hutan lalu mereka menangkap pilot dan kopilot di bandara koroway, sekitar 17:13 wit kami konfirmasi bahwa pilot dan kopilot meninggal dunia,”ujarnya di balik via selulernya kemarin.
Lebih lanjut Kapolres menerangkan bahwa hingga saat ini 11 penumpang saat ini sudah di pastikan kondisinya aman hingga saat ini pihak TNI bersama Satgas Damai Cartenz polri tengah melakukan proses, baik itu Evakuasi terhadap kedua pilot dan kopilot, maupun penanganan dan pengamanannya.
“Sementara untuk polres Boven Digoel sendiri saat ini tengah mempersiapkan posko yang akan dilakukan di Koramil tanah merah dan posko ini akan dijadikan sebagai sarana komunikasi dan juga sara evakuasi dari jenazah kedua korban,”ujarnya.
Sementara itu informasi yang di himpun media ini dari berbagai sumber bahwa, Pesawat Smart PK-SNR yang membawa 13 penumpang termasuk Pilot dan Kopilot mendarat di Bandara Korowai. Saat itu, terdengar bunyi tembakan dari luar area bandara. Seketika itu seluruh penumpang dan petugas langsung melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.
Insiden penyerangan itu begitu cepat, dan saat para pelaku telah meninggalkan tempat kejadian warga setempat mendatangi TKP dan menemukan pilot dan copilot sudah meninggal dunia. Kelompok orang tidak di kenal yang melakukan penyerangan tersebut diduga dari kelompok kriminal bersenjata yang menguasai wilayah pertambangan Korowai. Untuk di ketahui bahwa Copilot yang bernama Basgoro dan Politik yang bernama Igon Irawan ditemukan tak bernyawa tergeletak di landasan Ranwe bandara Korowai dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuh.[VER-NAL]Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
