Gubernur Minta HIPMI Papua Selatan Tidak Bergantung pada Proyek Pemerintah

0

Merauke, PSP – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, meminta pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia tidak hanya bergantung pada proyek-proyek pemerintah, tetapi mampu mengembangkan peluang usaha di berbagai sektor strategis.

Hal itu disampaikan Apolo saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Papua Selatan masa bakti 2026–2029 yang digelar di Halogen Hotel, Senin (18/5).

“Saya selalu senang menghadiri kegiatan bertema dunia usaha dan industri, sebab dunia usaha memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintah maupun masyarakat menggerakkan roda perekonomian,” kata Safanpo.

Menurutnya, Papua Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang sejak lama menjadi sektor unggulan masyarakat.

Ia menegaskan, jumlah proyek pemerintah sangat terbatas dibanding jumlah pelaku usaha yang terus bertambah.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada proyek-proyek pemerintah. Jika hanya mengandalkan proyek pemerintah, maka pelaku usaha akan sulit berkembang dan bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Apolo juga mengingatkan agar pengusaha muda melibatkan Orang Asli Papua (OAP) dalam aktivitas bisnis dan pembangunan ekonomi di Papua Selatan.

Ketua BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang, mengatakan HIPMI hadir untuk membangun pengusaha muda yang mandiri dan berdaya saing.

“Anak-anak HIPMI tidak boleh puas hanya menjadi perantara atau subkontraktor level bawah. HIPMI harus naik kelas,” katanya.

Ia menambahkan, HIPMI Papua Selatan siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui pengembangan kapasitas pengusaha lokal serta mendorong keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.

Ditempat yang sama, Ketua Bidang 7 Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, BPP HIPMI Pusat Hadi Nainggolan, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengusaha di Papua Selatan tumbuh menjadi kontraktor besar.

“Kita ingin pengusaha di Papua Selatan, khususnya di Merauke dan Papua Selatan, bisa tumbuh dan berperan langsung dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah program strategis nasional yang sedang berjalan di Papua Selatan seperti cetak sawah rakyat, optimalisasi lahan rawa, dan pengembangan kawasan strategis nasional.

Selain itu, HIPMI Papua Selatan disebut akan memfasilitasi legalitas usaha, sertifikasi hingga akses permodalan bagi pelaku usaha muda melalui berbagai program pembinaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Merauke Samuel Markus Mugujay, Asisten II Setda Merauke Justina Sianturi, Ketua KADIN Merauke Charles Gomar, perwakilan BUMN, serta pengurus HIPMI Papua Selatan lainnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *