19 Juni 2024

Kementrian Kesehatan, Dinkes Boven Digoel dan Provinsi Papua Selatan Gelar  Training dan Testing Aplikasi SMILE

0

Foto bersama usai membuka kegiatan Training dan Testing Aplikasi Sistem Monitoring Imunisasi Secara Elektronik (SMILE). Foto: PSP/VER

Tanah Merah, PSP- Kementrian Kesehatan Gandeng Dinas Kesehatan Boven Digoel dan Dinkes Provinsi Papua Selatan gelar kegiatan  Training dan Testing Aplikasi Sistem Monitoring Imunisasi Secara Elektronik (SMILE) Malaria dengan melibatkan tenaga kesehatan Boven Digoel. Adapun  Peserta yang mengikuti Training tersebut yakni Penanggung jawab Program Malaria dan Logistik 20 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit yang ada di Boven Digoel.

Dr. Meily Manopo selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Boven Digoel pada kegiatan tersebut mengatakan, dengan aplikasi SMILE Malaria akan optimalkan pelayanan kesehatan. Dengan begitu kedepan ketersediaan logistik di fasilitas kesehatan dapat terpantau baik, karena tiap hari selalu ada laporan data terbaru. Hal ini tentu akan minimalisir terjadinya kehabisan logistik di Faskes yang ada, karena persediaan terpantau baik hingga tingkat pusat.

“Dengan aplikasi ini kedepan persediaan logistik tidak akan kehabisan, karena persediaannnya selalu terpantau. Semua peserta harus ikuti training yang baik supaya ilmunya diserap dan diterapkan,”ujar dr. Meily di Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Kamis (20/7).

Dr. Meily juga tekankan semua peserta training untuk ikut kegiatan dengan baik, sehingga dalam penerapan aplikasi SMILE Malaria dapat maksimal dan Kementerian kesehatan mudah memantau data Malaria dan logistik di Faskes Boven Digoel.

Sementara itu Silas Mabui selaku Penanggungjawab Program Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, semua Provinsi dan Daerah harus terapkan aplikasi SMILE. Karena dengan aplikasi itu data kesehatan yang ada selalu diperbaharui dan Kemenkes dapat memantau.

Dirinya akui penerapan aplikasi SMILE Malaria akan menambah pekerjaan Nakes, terlebih tiap hari harus mengisi data dari Aplikasi. Hal ini masih juga diperhadapkan dengan jaringan internet yang kerap mengalami gangguan di Boven Digoel.

Namun Ia percaya Nakes yang ada di Boven Digoel dapat implementasikan penerapan apikasi dengan baik meskipun diperhadapkan dengan berbagai kendala.

Menurutnya, Eliminasi Malaria bukan tidak mungkin dapat tercapai jika upaya terus dilakukan. Selain itu Ia menambahkan, status eliminasi Malaria bukan saja ada di tingkat kabupaten melainkan juga Puskesmas. “Aplikasi ini harus diterapkan di semua provinsi, memang ini akan menambah pekerjaan. Nantinya aplikasi ini akan melaporkan secara online data yang ada di daerah,”ungkap Silas saat sampaikan sambutan pada kegiatan training dan testing aplikasi SMILE Malaria. (VER-NAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *