Jelang Vaksinasi Anak, Harap Sosialisasi Terlebih Dahulu

0
Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin

Merauke, PSP – Program pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi pada siswa sekolah dasar yang berusia 6 sampai 12 tahun, tentu menjadi pertimbangan terkhusus pada Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Wasur Kabupaten Merauke. Pasalnya selama pemberian vaksinasi dosis pertama dan kedua pada masyarakat secara umum, tentu belum ada kegiatan vaksinasi serta sosialisasi yang dilakukan di kampung wasur terkait pentingnya vaksinasi.

Kepala Sekolah SD Neregi 1 Wasur Kabupaten Merauke, Odalina Maturbongs mengatakan, dengan melihat sebagian banyak masyarakat kampung wasur yang menolak untuk  tidak menerima vaksinasi, tentu menjadi pertimbangan bagi kami pihak sekolah untuk bagaimana anaknya bisa menerima vaksinasi, sehingga harapan besar kami, tentu dalam  waktu dekat ini sebelum terlaksananya kegiatan vaksinasi, pihak dinas kesehatan maupun puskesmas kiranya dapat melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Karena hampir sebagian banyak masyarakat di kampung wasur tidak mau untuk divaksinasi, sehingga anggapan kami, jika orang tuanya saja tidak menerima vaksinasi lalu apakah anaknya akan menerima vaksinasi, tentu ini bukan hal yang sepele. Waktu penerimaan imunisai saja banyak orang tua atau murid yang tidak mau anaknya mengikuti, karena mereka berfikir itu adalah vaksinasi,” ucap Odalina saat dihubungi melalui via telepon, Jumat (14/1/22).

Dia juga mengatakan, kami juga saat ini sudah menerima surat untuk nanti mau diadakan vaksinasi pada anak usia 6 sampai 12 tahun di SD N 1 kampung wasur, tetapi pertimbangan kami yaitu kami tidak bisa sediakan data dengan mempersiapkan siswa untuk menerima vaksinasi tanpa ada persetujuan dari orang tua atau wali siswa tersebut, karena kami harus minta persetujuan terlebih dahulu pada pihak orang tua atau wali siswa.

“Kami juga akan membuat surat undangan pada orang tua atau wali, dengan tujuan rapat bersama terkait program vaksinasi ini, dan juga menurut anggapan pribadi saya orang tua saja belum merasakan yang namanya vaksinasi dan apakah orang tua mau putuskan untuk anaknya mengikuti vaksinasi, tentu ini sangat sulit sekali bagi orang tua atau wali siswa,” ujarnya.

Tambahannya, oleh karena itu harapan besar kami dari pihak sekolah, tentu harus pihak terkait melakukan sosialisasi serta memberikan pemahaman yang baik pada masyarakat, karena kami dari pihak sekolah juga tidak ingin  mengambil resiko, jika terjadi hal-hal yang kita tidak pikirkan. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *