Keluhan yang Dianggap Sepele Berujung ISK, Fakhirah Sebut JKN Sangat Membantu Masyarakat

Merauke, Jamkesnews – Rasa nyeri di bagian tulang belakang yang awalnya dianggap sepele ternyata menjadi awal dari kondisi yang cukup serius bagi Fakhirah Az-Zahra Kirani (19), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tengah menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke akibat infeksi saluran kemih (ISK).
Berawal dari keluhan yang dikira hanya akibat salah posisi tidur, Fakhirah akhirnya harus mendapatkan penanganan medis intensif. Di tengah proses pengobatan yang dijalaninya, ia mengaku sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit, terlebih seluruh pembiayaan ditanggung oleh Program JKN.
Fakhirah menceritakan, beberapa hari sebelum dirawat dirinya mulai merasakan nyeri pada bagian belakang tubuhhingga tulang belakang. Saat itu, ia menganggap rasa sakit tersebut hanya akibat kelelahan atau salah posisi tidur sehingga tidak terlalu mengkhawatirkannya.
“Awalnya saya pikir cuma salah tidur karena sakit di bagian belakang dan pinggang. Saya coba istirahat, tapi ternyata sakitnya makin terasa dan badan mulai tidak nyaman,” ungkap Fakhirah saat ditemui di ruang perawatan.
Seiring berjalannya waktu, kondisi yang dialaminya tidak kunjung membaik. Ia mulai merasakan tubuh lemas, aktivitas terganggu, hingga muncul rasa nyeri saat buang air kecil. Kondisi tersebut membuat dirinya akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tenagamedis, dokter menyatakan Fakhirah mengalami infeksi saluran kemih atau ISK dan harus menjalani rawat inap agar mendapatkan penanganan lebih intensif.
Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri pada sistem saluran kemih. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, demam, hingga rasa tidak nyaman pada bagian perut dan punggung. Bila tidak segera ditangani, ISK dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius pada organ tubuh lainnya, termasuk ginjal.
Bukan kali pertama menjalani perawatan di rumah sakittersebut, Fakhirah mengatakan dirinya sudah tiga kali dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke. Selama menjalani pengobatan, ia mengaku selalu mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik dari para tenaga kesehatan.
Menurutnya, dokter dan perawat memberikan pelayanan secara cepat, ramah, dan penuh perhatian kepada pasien. Ia juga merasa tidak pernah dibedakan meskipun menggunakan JKN sebagai penjamin pelayanan kesehatannya.
Pengalaman yang dirasakan Fakhirah menjadi salah satu gambaran nyata manfaat Program JKN bagimasyarakat. Program tersebut tidak hanya membantu dalam pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi peserta ketika harus menjalani pengobatan maupun rawat inap.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mulai merasakan gejalayang tidak biasa pada tubuh. Menurutnya, banyak penyakityang awalnya terlihat ringan namun dapat berkembangmenjadi lebih serius apabila terlambat ditangani.
“Kadang masyarakat menganggap nyeri atau keluhan tertentu hanya kondisi biasa, padahal bisa menjadi tanda adanya penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Karena itu kami mengajak masyarakat memanfaatkan Program JKN untuk memeriksakan kesehatan sedini mungkin,” tambahnya.
Saat ini kondisi Fakhirah berangsur membaik setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke. Ia berharap pelayanan kesehatan yang baik dan humanis seperti yang dirasakannya dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat semakin yakin untuk memanfaatkan Program JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Bagi Fakhirah, pengalaman menjalani perawatan tersebut menjadi bukti bahwa peserta JKN tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpaharus khawatir terhadap biaya pengobatan. Kehadiran tenaga kesehatan yang ramah, pelayanan yang cepat, sertajaminan pembiayaan dari JKN menjadi dukungan besardalam proses pemulihan yang sedang dijalaninya. (TR/an)
