Memutus Rantai Pemicu Konflik: Kapolres Mappi Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Miras Demi Generasi Emas Mappi

0

Mappi, PSP – Keamanan dan kedamaian sebuah daerah tidak hanya lahir dari penjagaan aparat, tetapi dari kesadaran kolektif masyarakatnya untuk menjauhi perusak masa depan. Hal inilah yang menjadi landasan kuat Kepolisian Resor Mappi dalam menabuh genderang perang terhadap peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Mappi.

Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, S.IP., M.H., dengan nada tegas namun penuh kepedulian, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi oknum yang masih nekat menjual maupun memproduksi miras, baik jenis lokal maupun berlabel.

Kapolres menyoroti bahaya miras lokal, terutama jenis bakar menyala atau yang populer dengan sebutan kaki anjing. Menurutnya, miras tersebut bukan sekadar minuman, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan tubuh.

“Kami sedang memproses hukum oknum-oknum yang memproduksi miras lokal. Masyarakat harus sadar bahwa miras ini sangat berbahaya bagi tubuh. Dampaknya mematikan, apalagi jenis yang ‘bakar menyala’ itu,” tegas Kompol Suparmin.

Berdasarkan evaluasi kepolisian, miras merupakan “sumbu pendek” yang memicu berbagai konflik sosial di tengah masyarakat. Perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kecelakaan lalu lintas seringkali bermula dari hilangnya kesadaran akibat pengaruh alkohol.

Oleh karena itu, tindakan tegas berupa penangkapan dan proses hukum terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan Polri kepada masyarakat. Namun, Kapolres mengakui adanya tantangan besar, ketika satu titik produksi ditutup, kerap muncul titik baru di lokasi lain.

Menyadari pola tersebut, Kompol Suparmin mengajak masyarakat untuk tidak menjadi penonton pasif. Ia menginspirasi warga untuk berani mengambil peran sebagai pelopor keamanan dengan melaporkan aktivitas produksi maupun pengedar miras di lingkungan mereka.

Di akhir pernyataannya, Kapolres Mappi menitipkan harapan besar bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa kebiasaan mengonsumsi miras bukanlah budaya yang patut dipertahankan, karena itu kebiasan kurang bagus ditengah masyarakat.

“Mari kita hilangkan kebiasaan pesta miras. Itu bukan kebiasaan yang bagus itu merugikan diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Mari kita jaga Mappi agar tetap kondusif, aman, dan damai untuk anak cucu kita,” pungkasnya. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *