Maret 2021, Merauke Alami Inflasi 0,85 Persen

0
Kantor BPS Kabupaten Merauke

Kantor BPS Kabupaten Merauke

Merauke, PSP – Pada Maret 2021, Kabupaten Merauke mengalami Inflasi sebesar 0,85 persen. Apabila dibandingkan dengan kabupaten lain di Indoensia, inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 0,99 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Merauke, Cendana Sri Hapsara dalam berita rilisnya mengatakan bahwa Secara umum, pada Maret 2021, dari 90 kabupaten/kota IHK di Indonesia tercatat 58 kabupaten/kota mengalami inflasi dan 32 kabupaten/kota mengalami deflasi.

“Pada Maret 2021 Merauke mengalami inflasi sebesar 0,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,37. Tingkat inflasi tersebut membuat Merauke berada di urutan ke-3 secara nasional dan urutan ke-3 secara Sulampua,” terangnya belum lama ini.

Lebih lanjut, Cendana menyebutkan beberapa kelompok komoditas yang menjadi penyebab terjadinya inflasi di Kabupaten Merauke. Diantaranya adalah kelompok makanan minuman, listrik, perlangkapan rumah tangga, dan lain sebagainya.

“Kelompok komoditas yang mengalami inflasi di Merauke pada Maret 2021 antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,21 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0,14 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,08 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,87 persen,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan beberapa kelompok komoditas yang menajadi penahan terjadinya inflasi dan kelompok komoditas yang terpantau stabil.

“Kelompok komoditas yang menjadi penahan inflasi atau yang mengalami deflasi di Merauke pada Maret 2021 antara lain kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,00 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,15 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen. Sedangkan kelompokinformasi, komunikasi dan jasa keuangan terpantau stabil,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *