Pembangunan Tongkonan, IKT Merauke Gelar Prosesi Peletakan Batu Pertama
Proses Peletakan Batu Pertama. Foto: PSP/CR22
Merauke, PSP – Guna merangkai kebersamaan, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Merauke membangun Tongkonan (Rumah Adat Suku Toraja) di Jalan Onggatmit, Sabtu, (15/8). Kegiatan Pembangunan Tongkonan diawali dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze, LMA Imbuti Alexander basik basik, Pastor John kandam, Pdt. Markus patandean,S.Th, Ketua IKT Yansen Banni, Penasehat IKT ibu Samuel Kadang, Ketua panitia pembangunan Tongkonan, leo Patria Mogot,ST.
Dalam pelaksanaan prosesi peletakan batu pertama ada pemandangan yang cukup menyejukan, selain masyarakat dan pengurus IKT, tampak hadir dalam empat bakal calon Bupati Merauke 2020 yaitu Bupati Merauke Frederikus Gebze, Romanus Mbaraka, Heribertus Silubun dan Hendrikus Mahuze.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Merauke, Yansen Banni dalam sambutannya mengatakan bahwa Tongkonan merupakan rumah adat dan sebuah identitas suku Toraja yang diibaratkan sebagai ibu yang mengayomi anaknya.
“ Bangunan Tongkonan sebagai Rumah Adat dan identitas Suku Toraja, mempunyai arti sangat mendalam dan dapat diibaratkan sebagai ibu yang mengayomi anak-anaknya, karena apapun kegiatan adat maupun acara yang akan dilakukan oleh masyarakat Toraja, baik kehidupan sosial kemasyarakatan dan lain lain semuanya dibicarakan secara kekeluargaan dibawah naungan Tongkonan,” kata Yansen.
Yansen menuturkan, berdirinya bangunan Tokongan ini didasari dari sebuah kerinduan dan semangat dalam merangkai kebersamaan warga IKT yang berada di kabupaten Merauke.
“Berangkat dari sebuah kerinduan besar dan semangat merangkai kebersamaan antar Warga Ikatan Keluarga Toraja di Kabupaten Merauke, tahapan proses penggalangan dana guna merealisasikan pembangunan Tongkonan di Kota Merauke tercinta sedang dilaksanakan saat ini, terwujud dengan prosesi peletakan batu pertama yang kita lakukan dihari ini,” tuturnya.
Dengan adanya Tongkonan, lanjut Yansen, ini sebagai bukti eksistensi warga IKT Merauke, dan juga sebagai upaya dalam mempertahankan budaya di tanah rantau.
“ Pembangunan Tongkonan sebagai bagian dari eksistensi Warga IKT Merauke dan upaya memelihara adat istiadat di tanah rantau,” jelasnya.
Desain Tokongan yang mengarah ke utara memiliki arti simbolik sebagai penghormatan kepada Tuhan, dengan harapan Tongkonan tersebut selalu mendapatkan berkat dari Sang Pencipta. “ Didesain sesuai Tongkonan di Toraja yang selalu menghadap Utara kearah ulunna lino atau kepala dunia, yang menurut pandangan kosmologi Toraja tata hadap Tongkonan tersebut merupakan ungkapan simbolik penghormatan dan memuliakan Puang Matua atau Tuhan sang pencipta jagad raya yang dipercaya bersemayam di bagian Utara, sehingga selalu mendapat berkat dari Puang Matua sejalan dengan tradisi yang diturunkan oleh generasi ke generasi,” pungkasnya.[CR22-NAL]
