25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Apakah setuju jika Pilkada tetap digelar di tengah pandemi Covid-19?

Walaupun sempat diundur karena pandemi Covid-19, akhirnya Pilkada serentak 2020 diputuskan akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Melihat wabah Covid-19 belum juga hilang sampai saat ini, tentu saja kita bertanya-tanya apakah pilkada nanti tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sudah pasti semua tahapan Pilkada nanti dilaksanakan dengan protokol kesehatan, tetapi setiap daerah punya kategori atau status Covid-19 masing-masing. Nah… apakah kamu setuju jika Pilkada 2020 tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020 ? Berikut ini sejumlah jawaban warga Merauke, tentang setuju atau tidaknya pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2020 nanti… 

Mengikuti Program Pemerintah Yang Sudah Ditentukan

Bagi Putranto, dirinya sangat setuju jika penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2020 tetap dilakukan sesuai jadwal meskipun ditengah pandemi ini. “Kalau saya, tergatung dari pemerintah karena kan program yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Kita masyarakat biasa mengikuti saja karena semua kembali dari program pemerintah. Jadi kalau sesuai jadwal yang sebelumnya sudah ditetapkan, saya sangat setuju,” kata Putranto.[CR22]

Tetap mengutamakan Protokol Kesehatan

Afiff mengatakan meskipun hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, dirinya tetap setuju Pilkada tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan yaitu 9 Desember 2020. “ Kalau dilihat kondisi Merauke saat ini, saya rasa masih bisa dilakukan tapi dengan tetap mengutamakan 3 hal dasar dalam menghadapi Covid-19, seperti cuci tangan, menggunakan masker dan tetap jaga jarak,” ujar Afiff yang berprofesi sebagai manager Shop Isuzu Merauke.[CR22]

Mengikuti Aturan Saja

Ketua Panwas Distrik Merauke, Janter Sirait mengatakan, berdasarkan dengan surat PKPU Nomor 5 bahwa Pilkada tetap dilaksanakan pada 9 Desember. Dengan surat tersebut, dirinya siap melaksanakan Pilkada 9 Desember mendatang. ” Kita sesuai dengan surat PKPU Nomor 5 tahun 2020, disitu kan penyelenggaraan Pilkada ditetapkan tanggal 9 desember, jadi kalau saya sebagai Panwas Distrik siap dalam mensukseskan Pilkada mendatang ini, ” kata Janter. [CR22]

Yang penting ikut protokol kesehatan

Rencana pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Merauke yang akan berlangsung 9 Desember 2020 mendatang,  bagi wanita yang satu ini,  bisa saja dilakukan.  Namun,  menurutnya,  petugas harus lebih ekstra dalam mengawasi warga yang datang saat mencoblos di TPS.  artinya,  harus mengikuti protokol kesehatan,  karena perlu antisipasi corona. “Kita tidak tahu,  apakah sampai Desember nanti masih ada corona,  semoga saja sudah habis.  Kalo,  masih ada,  ini harus perlu menjadi perhatian”, kata Lisna. [FHS]

Perlu dipertimbangkan

Siapa saja warga, pasti ingin menyalurkan hak pilihnya di bilik kotak suara untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada)  tahun 2020, yang direncanakan 9 Desember 2020, mendatang.  Sebab,  hal itu menyangkut pemimpin daerah yang sudah  diidam-idamkan. Hanya saja,  menurut  Hanrun, perlu pertimbangan yg, karena wabah virus corona ini belum diketahui akan berakhir kapan. “Yang penting pelaksana memikirkan bagimna nanti untuk masyarakat agar tetap tertib memgikuti protokol kesehatan”, katanya. [FHS]

Laksanakan’

Menurut Mahasiswa semester akhir Universitas Musamus Merauke Jurusan Akuntansi, Deardo Purba mengatakan Pilkada tetap dilaksanakan namun harus menjalankan protokol kesehatan secara benar. “Laksanakan, tapi harus menjalankan protokol kesehatan,” tegas Deardo.[ERS]

Ini Kerja Extra Penyelenggara

Bagi mahasiswi semester 8 Mahasiswa jurusan Manajemen STIE Saint Theresa Merauke Susana F.M. Kandaimu, sedianya Pilkada baik dilaksanakan. Tetapi ditengah wabab Covid-19 saat ini harus membuat penyelenggara lebih bekerja extra. “Waktu yang terbilang singkat dengan situasi pandemic pihak penyelenggara harus berkerja lebih extra guna mewujudkan Pilkada yang tertib,cerdas dengan terus memberikan informasi kepada masyarakat di 20 distrik , 11 Kelurahaan dan 179 kampung,” kata Susan. [ERS]

Ya Atau Tidak, Punya Dampak Positif dan Negatif

Anggota DPRD Merauke Fransiskus Xaverius Sirfefa mengatakan, berangkat dari situasi pandemi memang kurang efektif ketika pilkada tetap dilaksanakan. Namun sebagai warga negara yang baik kita harus tetap menjalankan amanat undang-undang yang sudah di tetapkan bahwa pilkada serentak dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020. “Sekarang tinggal keputusan ada pada presiden mau tetap dilanjutkan ataukah di mundurkan sampe bulan maret tahun 2021. Tentunya setiap keputusan ini tentang Ya dan Tidak semua memiliki dampak positif dan negatif,” kata Sirfefa. [ERS]

Pilkada Sebaiknya Diundur

Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP Yapis, Erny S.Pd, menilai, sebaiknya  pelaksanaan pemilihan kepala daerah diundur. Pasalnya, kasus covid-19 masih saja terjadi. Selain itu, ia mengatakan bahwa masyarakat Merauke kurang disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan covid-19.

“Soal pilkada, kalau bisa diundur dulu. Karena kalau dilihat masyarakat Merauke sepertinya mengabaikan protokoler kesehatan. Kita bisa lihat dimana-mana banyak orang tidak menjaga jarak, apalagi nanti pada saat kampanye,” pungkasnya.

“Kemudian, kita tau pasien covid-19 di Merauke ini bukannya berkurang, tetapi bertambah terus. Seperti tadi saya mendengar ada penambahan satu positif. Selain itu adanya OTG bagi kita sangat berbahaya, karena kita tidak tahu satu sama lain bahkan teman kita atau siapapun yang ada disamping kita sedang dalam kondisi bebas covid,” tandasnya. [WEND]

Pilkada Tetap Dilaksanakan

Merauke, PSP – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yamra Merauke sekaligus Ketua DPD Mualaf Mualafah Ditanah Papua Kabupaten Merauke (MMTP-KM), Paulus Arientje menilai bahwa sebaiknya pilkada tidak diundur. Pasalnya, penangangan covid-19 di Merauke merupakan terbaik secara nasional

“Saya setuju apabila pilkada tetap dilaksanakan pada Desember 2020 nanti. Karena di Kabupaten Merauke adalah penaganan covid terbaik seluruh Indonesia. Sehingga pemilihan itu tidak lagi perlu ditunda, supaya segera selesai pemilihan wakil bupati pada tahun 2020 ini,” ungkapnya.[WEND]