14 Juni 2024

Pemda Bersama BPJS Kesehatan, RSBP dan RSAL Bahas Layanan Kesehatan yang Kurang Maksimal

0

Erfan Chandra Nugraha

Merauke, PSP – Pemindahan pelayanan kesehatan dari RSUD ke RSAL dan RSBP belum bisa masksimal. Pasalnya, kedua rumah sakit tersebut belum ditunjang dengan fasilitas yang setara dengan fasilitas yang ada di RSUD. Oleh karenannya, Pemda diharap bisa membantu menemukan soluisnya.

Persoalan Pelayanan ini menjadi pembahasan dalam rapat Sekda, BPJS, Dinas Kesehatan, dan 3 rumah sakit tersebut, di kantor bupati, selasa (5/5/2020).

Kepala BPJS Cabang Merauke, Erfan Chandra Nugraha menuturkan persoalan ini berangkat dari laporan masyarakat yang mengeluhkan terbatasnya obat yang didapatkan masyarakat saat berobat di dua rumah sakit tersebut. 

“Kami mendapat laporan dari masyarakat melalui keluhan, dimana tidak tersedia obat. Karena mungkin selama ini tidak diantisipasi dengan baik. Dimana, pemindahan yang dilakukan oleh pemerintah tidak sesederhana pengalihan. Karena pelayanan itu kan sesuai sarana dan prasarana. Dimana RSUD tipe C sedangkan RSAL dan RSBP tipenya D. Berbeda kompeteni artinya obat-obatnya juga berbeda kewenangannya,” ujar Erfan, Dikantor bupati, Selasa (5/5/2020).

Ia membandingkan, dari sisi sarana ruangan dan tempat tidur, RSBP dan RSAL berbeda jauh dan tidak sebanding. “Dari sisi sarana prasaran, contoh dari rasio bad atau tempat tidur, di RSUD ada sekitar 300 bad, di RSAL Cuma 50 bad dan di RSBP ada 70 bad. Anggap kalau ada situasi out break kan tidak menampung juga,” pungkasnya.

Selain itu, ia juga meyebutkan terkait obat, jika saat ini stok obat yang ada sudah semakin menipis. Menurutnya, ini ditengarai oleh pemerintah yang sementara ini hanya focus mendistribusikan APD untuk penanganan covid-19. Sedangkan untuk kebutuhan obat non covid kurang.

“selama ini kita hanya terfokus pada APD atau untuk penanganan covid. Sementara obat-obat rutin yang seharusnya untuk menjaga kesehatan sehari-hari mungkin sudah menipis stoknya. Nah tadi komitmen pak sekda untuk pengirimannya akan digabung. Intinya dari rumah sakit-rumah sakit melapor untuk dikomuniaksikan,” paparnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi persolan pelayana dan saran. Berdasarkan hasil rapat, pemerintah menawarkan sebagai antisipasi dan alternatif kedua untuk menjadikan RSBP sebagai rumah sakit rujukan covid-19, sementara RSUD kembali membuka pelayanan untuk umum.

“Antisipasinya tadi akan ada alternatif kedua, yaitu penanganan covidnya di RSBP. Jadi nanti mungkin dokter yang menangani covid akan dipindah ke RSBP, dan yang non covid di RSUD Merauke. Tapi nanti menunggu keputusan bupati akan seperti apa,” ujarnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *