25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Mengulas berita tentang berita hoax

Mengulas berita tentang berita hoax atau berita bohong yang menjadi fenomena beberapa tahun ini di Indonesia melalui media sosial (Medsos). Jika mengacu dalam karya buku Lynda Walsh, yang berjudul Sins Against Science, istilah hoax muncul tahun 1808 ketika peradaban dunia pada waktu itu memasuki era industri. Kemudian dalam perkembangannya hoax semakin sengaja disebarkan orang yang tak bertanggung jawab ke masyarakat, untuk menyesatkan fakta agar terjadi kegaduhan. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi wabah COVID-19, yang membuat orang seantero dunia menjadi khawatir. Sudah seharusnya penyebar hoax itu dicari dan dihukum sesuai UU. Penyebar hoaks itu sendiri bisa dijerat dengan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau UU ITE.

Nah, berikut ini ada beberapa tanggapan dari warga Kota Rusa untuk menyikapi dan membedakan berita hoax atau tidak.

Bila kurang jelas, tanyakan pihak berwajib

AKP Ariffin,S.Sos

Merauke, PSP – Masyarakat diminta bijak dalam memahami isi media sosial tentang konten-konten yang bisa menyesatkan masayarakat, salah satunya soal virus corona, yang sedang melanda dunia saat ini. Bila membaca atau menerima informasi yang belum pasti, atau masih diragukan, baiknya bisa melapor ke pihak berawajib atau yang berkompeten.

“Ketika kita menangkap informasi yang salah, bisa membuat pemahaman kita juga salah, saat menyampaikan informasi kepada orang lain. Jika belum yakin, bisa tanyakan ke kepolisian”, pesan AKP Ariffin,S.Sos, Kasubag Humas Polres Merauke. Kepolisian, katanya, siap memberikan informasi yang sebenar-benarnya, sehingga bisa memberikan pencerahan dan tidak menimbulkan kecemasan ditengah-tengah masyarakat. Masyarkat juga bisa menghubungi petugas terdekat.[FHS-NAL]

Identifikasi Isi Berita

Merauke, PSP – Menurut Putra salah seroang karyawab PT. POS Cabang Merauke, ada cara simpel yang bisa dilakukan dilakukan melihat berita hoax dan berita benar. “Kalau media penyebarannya adalah sosmed, bisa dengan menelusuri web berita. Kalau berupa blogspot, kebenaran berita tersebut sudah jelas diragukan. Kemudian, identifikasi keaslian isi berita dengan mencari judul berita yang sama dari sumber berita yang berbeda, bisa lewat google. (karena biasanya 1 berita dimuat oleh beberapa sumber). Dan apabila berita itu adalah Hoax segera laporkan. Bisa dengan memilih pilihan report pada akun sosmed yang bersangkutan atau report pada pihak yang berwajib,” kata Putra. [ERS-NAL]

Telusuri Berita Diberbagai Sumber

Merauke, PSP – Menurut Apolinaris Awotkay,SE ada beberapa cara menghindari berita hoax.

“Sesudah baca berita tersebut jangan langsung di bagikan tetapi di cek dulu alamat berita tersebut, pastikan dari sumber yg tepat. Jangan langsung percaya dan membuat kesimpulan sendiri dengan membuat status/dibagikan atau menceritakannya kepada orang lain sebelum berita tersebut di cek kebenarannya. Jika perlu dilaporkan. Sebagai masyakat harusnya tidak mudah percaya dengan berbagai berita dengan dunia internet yg makin canggih. Kalau itu bukan dari sumbernya dan selalu waspada dengan mengabaikannya jika itu bukan berita yg penting apalagi bukan dari sumbernya. Budayakan membaca dan menelusuri sumber beritanya sebelum berita tersebut diyakini sebagai berita yang memang benar adanya,” tutur Apolinaris. [ERS-NAL]

Perlu Bijak Dalam Menerima Informasi

Merauke, PSP-Menurut Tobias Ohoiwutun, S.Pd, Guru SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai Merauke menilai seluruh masyarakat perlu bijak dalam menerima informasi apapun, khususnya terkait Covid-19. Seluruh informasi perlu disikapi dengan baik dan tidak langsung mempercayai dan menyebarkannya.

Menurutnya ada beberapa hal yang  dapat dilakukan yaitu, periksalah dahulu faktanya, telitilah dengan baik foto, apabila ada dan telusuri sumbernya “Dengan beberapa cara yg ada mungkin bisah membuat mental kita kuat untuk mentranfer berita2 yg masuk lewat panca indera kita. Dan nantinya kita akan menemukan informasi yang benar dan tidak membuat kita Panik/meresahkan,” kata Tobias. [JAK-NAL]

Mencari Tahu Kebenaran Informasi

Merauke, PSP – Bagi John Rudy Horong, salah satu warga Merauke bahwa cara menyikapi berita hoax atau mewaspadai akan informasi tidak benar adalah mencari tahu kebenaran informasi tersebut pada pihak yang berkompeten. Hal ini menjadi penting agar tidak mudah termakan dengan informasi yang tidak benar. Selain itu, masyarakat juga harus melaporkan kepada pihak yang berwenang tentang informasi hoax yang sedang beredar. “Seperti yang terakhir ini berita hoax tentang 80 orang dri Boven Digoel yang sudah kontak dengan Pasien Positif Covid-19 akan di Rujuk ke RSUD Merauke. Ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi saat ini berita tentang Covid-19 sangat mudah ditanggapi serius oleh masyarakat, namun jangan sampai termakan isu,” kata Rudy. [JAK-NAL]

Teliti Dahulu Sebelum Percaya

Merauke, PSP – Perkembangan media sosial meberikan banyak manfaat dan akses kemudahan untuk aktifitas masyarakat, akan tetapi dalam menerima informasi dari media sosial atau darimanapun, ada baiknya dilakukan crosscek agar tak terjebak berita Hoax, hal tersebut diungkapkan oleh Neng Enok, seorang kepala Taman Kanak Kanak, (TK) Tunas Bangsa yang berlokasi di Wilayah Kampung Amunkay Distrik Tanah Miring Kampung Amunkay,

“Ya kita sebagai Masyarakat harus nya lebih teliti lagi, kita kan sudah tau banyak beredar berita hoax disamping berita yang real,” Ungkap Neng. Neng juga menambahkan, masyarakat harus nya tidak mudah percaya apabila ada berita berita yang muncul dari sumber yang tidak jelas, dan jika masyarakat ingin tahu kebenaran nya, harus mau mengkroscek terlebih dahulu. [CR25-NAL]