20 Juni 2024

Wakil Ketua DPRD Mappi Cek Penanganan Kasus Jalan Biak

0

Waket II DPRD Mappi, Christina berfose, usai berbincang-bincang dengan masyarakat Mappi di Jalan Biak, kemarin.Foto: PSP/FHS

Kasat Reskrim: Orang yang masuk pemukiman warga sedang diidentifikasi

Merauke, PSP-Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mappi, Christina Lebani mengkroscek langsung penanganan kasus melibatkan masyarakat Mappi yang terjadi di Jalan Biak, Minggu (12/4) dini hari.

Kepada Papua Selatan Pos, Christina menyebutkan pihaknya ingin mengetahui bagaimana penanganan yang sedang berjalan di Polres Merauke dan bagaimana duduk persoalan sebenarnya. Kehadirannya juga ingin menyampaikan aspirasi masyarakat agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional dan  adil.

“Itu saja tujuan kedatangan saya ke Polres ini. Kami berharap secepat mungkin bisa diselesaikan,” ujarnya, Kamis (16/4).

Baca Juga : 27 Warga Dipulangkan, 7 Orang Ditahan atas Kasus di Jalan Biak

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Carroland Ramdhani,S.IK,SH,MH, menyampaikan hingga saat ini proses penanganannya masih berlangsung. Dimana, dalam kasus itu, warga dari Jalan Biak, tujuh orang sudah ditahan dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

Saat diperiksa, warga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu menyebut malam itu, sekitar pukul 02.00 Wit, pemukiman mereka ditangai beberapa orang yang diduga pegawai Pemda Merauke. Beberapa dari mereka menggedor-gedor rumah dan memecahkan sejumlah perabot rumah tangga dan blong air, milik warga setempat.

Merasa terganggu saat tidur, warga pun keluar dan salah satu dari orang yang diduga pegawai Pemda itu menarik salah satu warga hingga berujung keributan. Setelah terjadi keributan, yang diduga pegawai Pemda itu kemudian kabur dan meninggalkan mobil dinas jenis Avanza berwarna hitam di pinggir jalan.  Keesokan harinya, saat petugas dari Polres Merauke hendak melakukan olah TKP, mobil Inafis Polres juga jadi korban pengrusakan oleh sejumlah warga setempat.

“Menurut tersangka, kira-kira itulah pemicu keributan dan pengrusakan itu,” beber Kasat Reskrim kepada Wakil Ketua II DPRD Mappi.

Baca Juga : Terlibat Bentrok, 34 Warga Jalan Biak Diangkut Polisi

Dari pihak Satpol PP, penyidik juga sudah memintai keterangan dari beberapa orang. Menurut mereka, kedatangannya ke pemukiman warga itu, atas aduan salah satu keluarga Satpol PP, yang mengaku dipukul di TKP. Sebelum petugas Satpol PP ke lokasi, sudah ada empat orang yang lebih dulu kesana. Saat mereka tiba,  sudah terjadi keributan. Empat  orang dari pegawai Pemda itu diserang dan mengalami luka.

“Dua dari mereka sudah diperiksa. Hari ini ini, akan dimintai keterangan lagi terhadap yang lainnya,” sambung Kasat.

Kasat Reskrim menyebutkan, pihaknya mengidentikasi ada empat orang yang masuk ke pemukiman warga, malam itu dan masih dikembangkan. Diharapkan, dengan pemeriksaan saksi-saksi yang lain dari Satpol PP yang terlibat malam itu, bisa mendapat informasi baru. Dengan demikian, kasus itu bisa menjadi terang benderang.

Kasat menambahkan, tujuh warga yang ditetapkan jadi tersangka atas kasus pengrusakan mobil dinas Pemda dan Polres Merauke. Mereka dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP. Dimana, saat melakukan olah TKP, Senin (13/4) pagi, mobil inafis Polres juga jadi korban.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Mappi di Merauke, Rovinus Sirmi,S.Sos mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa warga Mappi di Parako Jalan Biak baru-baru ini, yang menyebabkan 7 orang warga Mappi terpaksa ditahan oleh pihak kepolisian akibat bentrok dengan pihak Satpol PP Kabupaten Merauke.

Sebab, menurut Rovinus, telah terjadi kesalahpahaman. Dia mengharapkan pihak kepolisian perlu melihat dari sisi sebab dan akibat atas persoalan yang terjadi. “Kami merasa prihatin ya, kami harap kepolisian perlu melihat dari sisi sebab dan akibat mengapa sampai warga bisa marah,” kata Rovinus Sirmi dari balik selulernya, Kamis (16/4).

Malam itu, kata Rovinus, semua warga sedang dalam keadaan tidur dikarenakan hujan lebat mengguyur Kota Merauke. Dan secara tiba-tiba oknum langsung masuk dan mengobrak-abrik perumahan warga.

“Dasarnya mereka diganggu tanpa adanya masalah, saat itu hujan, warga sedang istirahat dalam rumah masing-masing tiba-tiba ada oknum masuk mengobrak-abrik, sudah tentu siapa pun kalau diganggu pasti marah,” ujar Rovinus Sirmi.

Dikatakan Rovinus, malam itu seseorang terjatuh tepat di depan perumahan warga, dan menurut pengakuan pemilik kios ada yang membantu orang tersebut untuk kembali berdiri.

“Tapi mereka menganggap warga Mappi yang melakukan pemalakan. Padahal, oknum pemabok itu, ada saksi yang bantu berdiri saat itu. Saksi bilang bahwa dia jatuh sendiri di depan kiosnya saya dan tidak ada orang yang memalak,” tutur Rovinus Sirmi.

Rovin juga menyayangkan sikap Satpol PP yang melakukan intervensi terhadap warga. yang mana seyogyanya Satpol merupakan penegak Perda.

“Tugas satpol sudah sangat jelas untuk menegakkan peraturan daerah sesuai protapnya. Sebaliknya bukan untuk intervensi tugasnya polisi. Walaupun memang antara Satpol PP dan kepolisian adalah mitra pemerintah, tapi kalau seperti ini masyarakat yang dikorbankan,” kata dia.

Baca Juga : Masyarakat Diimbau Jangan Mudah Percaya Berita Hoaks

Rovin berharap, kepolisian sebisa mungkin melakukan interogasi terhadap oknum-oknum yang mabuk yang berujung pada pengerusakan rumah warga di Jalan Biak. Dan menyebabkan, 2 orang warga Mappi terpaksa jadi korban.

“Kami harap masalah ini diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Oknum-oknum biang keladinya perlu bertanggung jawab atas masalah ini. Jangan lempar batu sembunyi tangan kasihan masyarakat menjadi korban. Saya harap yang terbaik agar pihak Satpol PP, Bagian Umum, dan Pihak Polres Merauke masyarakat duduk bersama untuk selesaikan masalah ini dengan baik,” tuturnya.

Rovin juga meminta, demi kenyamanan dan keamanan, ketujuh warga Mappi yang sedang dalam tahanan Polres dilepaskan.[FHS/ERS-RH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *