14 Juni 2024

Bulog Optimis Peralihan Kebijakan Penyerapan Beras ke Gabah, Menguntungkan Petani

1

Kantor Bulog Sub Divis Merauke di Jalan Mayor Wiratno.

Merauke, PSP-Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke, Djabiruddin optimis peralihan kebijakan penyerapan beras ke gabah sangat menguntungkan para petani. Hal ini dilihat dari besaran biaya produksi yang harus dikeluarkan petani, hanya sebatas biaya penjemuran hingga kualitas air gabah sebesar 14 persen sesuai standar.

Menurut Djabiruddin, peralihan kebijakan yang diturunkan dari Perum Bulog Pusat ini, menunjukkan keberpihakan kepada para petani.

“Kalau saya rasa, tentang keberpihakan kepada petani, kita tetap berpihak ke petani. Kenapa saya katakan begitu, kalau gabah mereka jual ke mitra Bulog, mereka hanya satu kali mengeluarkan biaya, yaitu biaya jemur. Dibandingkan mereka harus mengeluarkan jasa giling sebesar 10 persen ke mitra. Menurut saya itu menguntungkan petani,” kata Djabiruddin ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Jumat (17/4).

Djabiruddin mengatakan, para petani seharusnya semakin bergairah menjual gabah kering.

“Sedianya petani bergairah menjual gabah. Gabah dia jual harganya sesuai kesepakatan dengan mitra dan itu hanya cukup satu kali saja. Kami sudah hitung, masih untung di petani. Dengan harga Rp 4.500 di mitra dan harga di Bulog sudah fix Rp 5.300 sesuai HPP. Sekarang kembali ke mitra, kalkulasi ke petani berapa yang disepakati,” terangnya.

Djabiruddin mengaku, Bulog sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati guna membahas peralihan kebijakan beras ke gabah tersebut.

“Kami juga sudah ketemu dengan pemerintah dan kepala dinas pertanian serta beberapa kadis yang berkaitan di ruangan saya. Jadi sudah dianalisa, nanti mungkin terjadwal untuk mensosialisasikan dengan PPL ke petani. Pemerintah daerah juga setuju dengan peralihan ini,” katanya.

Dia menambahkan, target penyerapan gabah kering tahun ini, sama dengan jumlah target penyerapan beras, yakni 32.000 ton.

“Sebanyak-banyaknya kami akan serap, kalau melampau akan lebih bagus. Dan yang pasti harus sesuai standar dengan kadar air 14 persen,” ungkapnya.

Hingga kebijakan itu disampaikan ke mitra, gudang Bulog yang berada di Yasa Mulya Tanah Miring kini sudah menyimpan 16 ton gabah kering. “Sudah berkisar 16 ton yang masuk di gudang Yasamulya,” pungkasnya. [ERS-RH]

1 thought on “Bulog Optimis Peralihan Kebijakan Penyerapan Beras ke Gabah, Menguntungkan Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *