234 Pelajar Ikuti O2SN Kabupaten Merauke, Empat Cabor Dipertandingkan

Merauke, PSP – Sebanyak 234 peserta jenjang SD, SMP, SMA dan SMK mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Merauke. Dalam pelaksanaan tahun ini, panitia mempertandingkan empat cabang olahraga yakni atletik, renang, karate dan bulu tangkis.
Kepala Seksi Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke sekaligus koordinator lomba, Florianus Yosep Senda menjelaskan cabang panjat tebing belum dapat diperlombakan karena Kabupaten Merauke belum memiliki venue yang memadai serta belum tersedia juri maupun wasit berlisensi.
“Untuk cabang O2SN ada atletik, renang, karate dan bulu tangkis. Panjat tebing belum kita perlombakan karena venue belum ada dan juri berlisensi juga belum tersedia,” ujar Yosep.
Untuk cabang atletik, terdapat empat nomor yang dipertandingkan yakni lari, lompat, lempar dan tolak. Khusus jenjang SD, nomor atletik yang dilombakan menggunakan konsep atletik kids yang berbeda dengan atletik pada umumnya.
“Untuk SD atletik kids agak berbeda karena ada empat nomor putaran yang dilakukan dalam satu rangkaian gerakan,” katanya.
Sementara untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, pertandingan atletik dipusatkan di Universitas Musamus dengan nomor lari 400 meter, 800 meter dan lompat jauh. Sedangkan nomor lempar cakram dan tolak peluru direncanakan berlangsung di lapangan STM.
Panitia menyebut apabila seluruh pertandingan di venue Universitas Musamus selesai lebih cepat maka pertandingan di lapangan STM akan langsung dilaksanakan hari yang sama. Namun jika terkendala cuaca dan waktu, pertandingan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Di cabang renang, pertandingan berlangsung di Waterpark dengan mempertandingkan empat gaya renang. Meski demikian, setiap atlet hanya diperbolehkan mengikuti dua nomor gaya renang.
Panitia menilai O2SN menjadi wadah pengembangan minat dan bakat pelajar sejak usia dini guna mencetak atlet berprestasi secara berkelanjutan.
“Kegiatan O2SN ini menjadi ajang melihat talenta-talenta dari SD, SMP hingga SMA dan SMK. Pembinaan usia dini ini nantinya akan berlanjut hingga tingkat provinsi dan nasional,” tutupnya. [ERS-NAL]
