Pengalaman Positif Pasien JKN Saat Menjalani Rawat Inap di RS Jenderal TNI LB Moerdani

0
Jemingan (78)

Jemingan (78)

Merauke, PSP – Rasa nyeri hebat pada bagian perut yang dialami Jemingan yang berusia 78 tahun pada Sabtu, 11 Januari 2026, membuatnya harus menjalani pengalaman baru dalam hidupnya. Gangguan pencernaan yang dideritanya memburuk secara tiba-tiba hingga harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi gawat darurat.

Selama ini, Jemingan terbiasa memeriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas. Setiap keluhan yang dirasakan umumnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut. Namun kali ini, rasa sakit yang semakin parah membuat keluarga memutuskan untuk langsung membawa Jemingan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Keputusan itu menjadi awal pengalaman pertama Jemingan menjalani perawatan inap di rumah sakit. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat RS Jenderal TNI LB Moerdani, ia langsung mendapatkan pemeriksaan dari tenaga medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter memutuskan Jemingan perlu menjalani rawat inap guna pemantauan dan penanganan lebih lanjut. “Biasanya saya selalu berobat di Puskesmas. Tapi karena kondisi saya waktu itu gawat darurat, saya langsung dibawa ke rumah sakit. Ini pertama kali saya dirawat inap di RS Moerdani,” ujar Jemingan.

Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan, Jemingan mengaku sempat merasa khawatir. Kekhawatiran tersebut muncul karena ini merupakan pengalaman pertamanya dirawat inap di rumah sakit rujukan, terutama terkait proses administrasi dan pelayanan yang akan diterima.

Namun, kekhawatiran itu tidak terbukti. Jemingan menuturkan bahwa sejak awal masuk rumah sakit hingga menjalani perawatan, seluruh proses berjalan dengan lancar. Ia tidak mengalami kendala berarti, baik dalam proses administrasi maupun pelayanan medis. “Sebagai masyarakat yang menggunakan BPJS dan baru pertama kali dirawat inap, saya merasa pelayanannya sangat baik. Tidak ada kendala sama sekali,” katanya.

Selama menjalani perawatan, Jemingan juga memberikan apresiasi terhadap sikap tenaga kesehatan di RS Jenderal TNI LB Moerdani. Menurutnya, keramahan dan kesigapan petugas memberikan rasa nyaman dan membantu proses pemulihan. “Selama saya dirawat, petugas melayani dengan sangat ramah. Saya merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik,” tambahnya.

Pengalaman yang dialami Jemingan mencerminkan peran penting rumah sakit rujukan dalam menangani kondisi gawat darurat di masyarakat. RS Jenderal TNI LB Moerdani sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Merauke melayani pasien dari berbagai latar belakang, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan yang diterima peserta JKN merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang mudah, cepat, dan setara.

Ia menegaskan bahwa peserta JKN berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis tanpa diskriminasi di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan. “BPJS Kesehatan terus berkomitmen memastikan seluruh peserta JKN mendapatkan pelayanan yang optimal, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan. Peserta tidak perlu khawatir, selama prosedur dan indikasi medis terpenuhi, layanan akan diberikan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman positif yang dirasakan peserta JKN seperti Jemingan menjadi indikator bahwa sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat dan humanis kepada pasien. “Kami mengapresiasi fasilitas kesehatan yang terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk keramahan petugas dan kecepatan penanganan pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat,” tambahnya.

BPJS Kesehatan Cabang Merauke juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap fasilitas kesehatan mitra guna memastikan mutu pelayanan tetap terjaga. Upaya ini dilakukan agar peserta JKN merasa aman dan nyaman saat mengakses layanan kesehatan.

Bagi Jemingan, pengalaman dirawat di RS Jenderal TNI LB Moerdani memberikan pandangan baru tentang layanan rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan. Ia berharap kualitas pelayanan yang telah dirasakannya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Pelayanan seperti ini membuat masyarakat merasa lebih tenang. Saya berharap ke depannya pelayanan yang baik ini bisa terus dipertahankan,” tutup Jemingan. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *