Nyeri Perut Berulang akibat Kolelitiasis, Boas Wambrauw Rasakan Layanan JKN Tanpa Perbedaan di RSUD Boven Digoel
Merauke, Jamkesnews – Nyeri perut yang datangberulang kali membawa Boas Wambrauw (53) menjalaniserangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSUD Boven Digoel. Dari hasil pemeriksaan medis, ia didiagnosismengalami Kolelitiasis, yakni kondisi terbentuknya batu di dalam kantong empedu yang dapat memicu rasa nyeri hebat, khususnya di bagian perut kanan atas.
Boas mengisahkan bahwa keluhan nyeri perut yang dialaminya tidak terjadi sekali dua kali. Rasa sakit yang datang tiba-tiba dan cukup mengganggu aktivitas sehari-harimembuatnya harus beberapa kali kembali ke rumah sakituntuk mendapatkan penanganan medis.
“Awalnya saya pikir hanya sakit perut biasa. Tapi karenasering kambuh dan rasanya cukup sakit, saya memutuskanuntuk periksa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, doktermenyampaikan kalau saya mengalami kolelitiasis,” ujar Boas.
Sejak saat itu, ia rutin menjalani kontrol dan pengobatandi RSUD Boven Digoel. Meski harus bolak-balikmendapatkan layanan kesehatan, Boas mengaku justrumendapatkan pengalaman pelayanan yang sangat baiksebagai peserta JKN.
Menurutnya, proses pelayanan di rumah sakit berjalandengan tertib dan jelas. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaanhingga tindakan medis, semuanya dilakukan secaraprofesional. Ia juga merasa terbantu dengan penjelasan daritenaga kesehatan yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami.
“Selama saya berobat di sini, pelayanannya sangat baik. Petugasnya ramah dan selalu menjelaskan kondisi sayadengan jelas. Jadi saya tidak merasa bingung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Boas menegaskan bahwa dirinya tidakpernah merasakan adanya perbedaan perlakuan antarapasien umum dengan peserta JKN selama menjalaniperawatan. Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu halyang paling berkesan selama ia mendapatkan layanan di RSUD Boven Digoel.
“Selama saya sakit dan dirawat di RS Boven ini, pengalamannya sangat baik. Petugas yang melayani juga sangat ramah dan jujur tidak ada perbandingan sertaperbedaan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan. Semua dilayani sama,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memberikanpelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan, termasukmemastikan tidak adanya perbedaan perlakuan terhadappeserta JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, dalam keterangannya menegaskan bahwapihaknya terus berkomitmen menjaga mutu pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan mitra, termasuk di wilayah Papua Selatan.
“Program JKN hadir untuk memberikan jaminankesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. Kami memastikan bahwa peserta JKN mendapatkanpelayanan yang setara dengan pasien umum di fasilitaskesehatan. Tidak boleh ada perbedaan dalam pelayanan,” ujarnya.
Secara medis, kolelitiasis merupakan kondisi yang memerlukan penanganan tepat dan berkelanjutan. Jika tidakditangani dengan baik, penyakit ini dapat berkembangmenjadi komplikasi seperti peradangan kantong empeduhingga infeksi. Oleh karena itu, akses terhadap layanankesehatan yang mudah dan berkualitas menjadi sangat penting bagi pasien.
Pengalaman Boas menunjukkan bahwa kualitaspelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari tindakan medisyang diberikan, tetapi juga dari sikap dan pendekatan tenagakesehatan terhadap pasien. Keramahan, komunikasi yang baik, serta pelayanan tanpa diskriminasi menjadi faktorpenting dalam menciptakan rasa nyaman dan kepercayaanpasien.
Di tengah upaya peningkatan kualitas layanankesehatan, kisah ini menjadi bukti bahwa Program JKN telahmemberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antaraBPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan diharapkan terusterjaga agar pelayanan yang berkualitas dapat dirasakanoleh seluruh peserta.
Bagi Boas, pengalaman berobat yang ia jalani tidakhanya membantu proses penyembuhan, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa layanan kesehatan yang adilbenar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Yang penting bagi kami sebagai pasien itu dilayanidengan baik dan jelas. Saya sudah merasakannya di sini, dan semoga ke depan tetap seperti ini,” tutupnya. (TR/an)
