Informasi Pemalakan di Sekitar Kawasan Bandara, Itu Tidak Ada
Ipda Aris Untung bersama anggotanya menyambangi para pedagang di seputarN kompleks Bandara Mopah. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Informasi premanisme pemalakan yang diduga terjadi di Jalan Martadinata, tepatnya di kawasan luar bandara Mopah, itu hanya kesalahpahaman saja. Masyarakat atau penjual cilok merasa takut lebih dulu ketika ada warga yang hendak membeli dagangannya.
“Tadi malam kami lakukan patroli sesuai dengan atensi pak Kapolres adanya informasi pemalakan. Itu hanya pemahaman yang berbeda saja. Selama ini kami melihat situasi landai dan aman saja,” ujar Kapolsubsektor wilayah Bandara Mopah Merauke, Ipda Aris Untung, di kantornya, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Ipda Aris bersama anggotanya juga memberikan imbauan kepada para pedagang, termasuk bagi yang memutar musik di saat malam hari guna menarik pelanggan atas jualannya. Mereka diminta untuk tidak berjualan hingga larut malam, karena hal itu bisa mengundang tindak pidana.
“Ya dibatasilah, jangan sampai tengah malam,” bebernya.
Kemudian aktifitas mereka diminta untuk tidak menggaanggu pengguna jalan maupun warga yang bermukim di sekitar. Karena tempat itu masih tergolong masuk dalam daerah objek vital dan pemukiman penduduk. Pelaku usaha yang memutar musik tidak memiliki ijin keramaian. Sehingga, bila ada komplain dari masyarakat sekitar, itu akan dibubarkan, karena sudah mengganggu ketertiban dengan berkoordinasi dengan instansi terkait. Mereka juga diminta untuk tidak menyediakan atau menjual minuman keras.
“Kami imbau jangan sekali-kali menyediakan miras. Karena ini akan berdampak sekali,” tegasnya. Kehadiran petugas di sana sudah yang kedua kalinya. Imbauan sebelumnya dilakukan sekitar 6 bulan lalu. Untuk itu, bila ditemukan ke depan ada pedagang yang tidak mematuhi aturan bakal ditindak tegas.[FHS-NAL]
