Gubernur Papua Selatan Sebut 2 Orang Nakes Masih Tinggal di Yaniruma Paska Peristiwa Berdarah

0
WhatsApp Image 2026-02-23 at 20.33.47

Apolo Safanpo

Merauke, PSP – Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus (Otsus) Pembangunan Papua menggelar rapat terbatas (ratas) membahas penanganan pascainsiden penembakan pesawat Smart Air di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan ratas tersebut dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026) setelah pihaknya dimintai keterangan oleh Istana Kepresidenan terkait langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Rapat terbatas Komite Eksekutif Percepatan Otsus Pembangunan Papua membahas kasus penembakan di Kampung Danowage yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) lalu,” ujar Apolo dalam keterangan yang diterima, Jumat (20/2).

Ia menjelaskan, insiden penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut menewaskan pilot dan kopilot pesawat. Saat kejadian juga terjadi kontak tembak antara aparat TNI/Polri dan kelompok bersenjata, yang memicu kepanikan warga.

Sejumlah warga pendatang, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang kesehatan, mengungsi untuk menghindari risiko keamanan. Pemerintah Provinsi Papua Selatan langsung melakukan evakuasi pada hari yang sama.

“Tenaga kesehatan kita berjumlah 31 orang. Dari jumlah itu, 29 orang dievakuasi, sementara dua orang tetap tinggal karena merupakan warga asli Yaniruma,” kata Apolo.

Sebanyak 29 tenaga kesehatan tersebut dipindahkan dari Yaniruma ke Distrik Zenggo, Kabupaten Mappi, kemudian menggunakan speedboat menuju Kepi dan selanjutnya ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Sementara itu, aparat distrik di Yaniruma ditangani Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan telah berada di Tanah Merah. Pemerintah memastikan seluruh pengungsi telah dievakuasi dan kondisi di wilayah tersebut berangsur kondusif.

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati atas respons cepat dalam menangani para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi kejadian.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para pengungsi,” ujar Ribka di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan. Kemendagri terus membangun komunikasi intensif guna memastikan langkah lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.

Diketahui, pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Rabu (11/2/2026). Pesawat tersebut berangkat dari Tanah Merah dengan membawa 13 penumpang.

Saat insiden terjadi, pilot, kopilot dan penumpang sempat menyelamatkan diri ke hutan. Namun, pilot dan kopilot ditemukan oleh kelompok penyerang dan meninggal dunia. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *