Sempat Lowong, Kajari Merauke Lantik Dua Kasi di Posisi Strategis
Kejari Merauke dan dua kepala seksi nya usai pelantikan
Paris Manalu: Jangan takut, apabila kita melaksanakan tugas dengan cinta terhadap masyarakat Papua Selatan, percayalah Tuhan pasti menolong kita.
Merauke, PSP – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke, Dr. Paris Manalu, SH.,MH melantik dua kepala seksi (Kasi) untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Negeri Merauke, Kamis (19/2).
Pelantikan itu dilakukan guna memperkuat upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Provinsi Papua Selatan.
Dua jabatan yang sebelumnya lowong selama dua pekan yakni Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) dan Kepala Seksi Intelijen. Jabatan Kasi Pidsus kini diemban Yang Melva Rian, SH menggantikan Donny Umbora, sementara Kasi Intelijen dipercayakan kepada Pirly Maxom Momongan, SH., MH menggantikan Willy Ater, SH.
Dalam arahannya, Paris Manalu meminta kedua pejabat yang baru dilantik agar bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
“Lakukan pekerjaan dengan baik, jaga integritas dan bangun kepercayaan publik. Dalam penegakan hukum jangan sesekali melukai hati masyarakat,” tegasnya.
Kepada Kasi Intelijen, Paris berpesan agar menjaga Papua Selatan dari berbagai potensi ancaman dan rongrongan yang dapat menghambat pembangunan daerah.
“Sebagai Kasi Intel, jaga Papua Selatan ini dari segala bentuk rongrongan. Masukan dari intelijen sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan kemajuan Papua Selatan,” ujarnya.
Sementara kepada Kasi Pidsus, ia menekankan pentingnya menuntaskan penanganan perkara secara tuntas dan terukur, khususnya dalam pemberantasan korupsi.
“Pekerjaan kita sangat besar saat ini. Penanganan perkara harus tetap dilaksanakan dengan tuntas dan terukur demi mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya di bidang pemberantasan korupsi, di antaranya memulihkan kerugian negara. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan perintah itu,” tegas Paris.
Ia juga mengingatkan dalam menjalankan tugas penegakan hukum, potensi ancaman dan tekanan merupakan risiko yang harus dihadapi dengan penuh tanggung jawab. “Apabila kita melaksanakan tugas dengan cinta terhadap masyarakat Papua Selatan, percayalah Tuhan pasti menolong kita. Jangan takut. Ancaman dan tekanan pasti ada, namun itu harus diterima karena kita memilih jalan ini,” pungkasnya. [ERS-NAL]
