Pelayanan Sigap dan Tanpa Biaya, Peserta JKN Epilepsi Rasakan Manfaat Perawatan Intensif di RS Bunda Pengharapan
Yulianus Yakonias Wettino (22)
Merauke, PSP – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat. Kali ini, manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Yulianus Yakonias Wettino (22), peserta JKN yang untuk pertama kalinya menjalani pengobatan dan perawatan intensif di RS Bunda Pengharapan akibat penyakit epilepsi yang dideritanya.
Yulianus mengaku baru pertama kali berobat dan menjalani rawat inap di RS Bunda Pengharapan. Ia telah dirawat selama dua hari terakhir dan membutuhkan penanganan medis intensif mengingat kondisi epilepsi yang dialaminya memerlukan pengawasan ketat serta pelayanan cepat dari tenaga kesehatan.
Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan aktivitas listrik otak yang tidak normal, sehingga menyebabkan kejang berulang. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja dan membutuhkan penanganan jangka panjang, mulai dari pemeriksaan medis rutin, pengobatan teratur, hingga perawatan intensif saat kondisi pasien memburuk. Tanpa jaminan kesehatan, biaya pengobatan epilepsi dapat menjadi beban berat bagi pasien dan keluarganya.
Beruntung, Yulianus merupakan peserta aktif JKN sehingga seluruh rangkaian pelayanan medis yang diterimanya dapat dijalani tanpa rasa khawatir akan biaya. Selama dua hari menjalani perawatan, ia merasakan langsung bagaimana pelayanan kesehatan diberikan secara cepat, sigap, dan manusiawi.
“Saya baru dua hari dirawat di RS Bunda Pengharapan dan ini juga pertama kalinya saya berobat di rumah sakit ini. Selama saya dirawat sebagai pasien yang terbilang butuh perawatan intensif, semua petugas medis sangat sigap dalam melayani dan juga ramah. Saya juga tidak mengeluarkan biaya tambahan apa pun,” ungkap Yulianus.
Ia menuturkan bahwa sejak pertama masuk rumah sakit, dokter dan perawat memberikan penanganan sesuai prosedur medis. Pemantauan kondisi dilakukan secara berkala, obat-obatan diberikan tepat waktu, serta tenaga kesehatan selalu siap membantu saat dibutuhkan.
Pengalaman tersebut semakin menegaskan peran penting JKN dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh peserta. Tanpa adanya JKN, pasien dengan penyakit kronis seperti epilepsi berpotensi mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan medis yang berkesinambungan.
Pelayanan yang diterima Yulianus di RS Bunda Pengharapan juga mencerminkan komitmen fasilitas kesehatan dalam mendukung pelaksanaan Program JKN. Tidak hanya fokus pada aspek medis, keramahan petugas dan kecepatan pelayanan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan bahwa kisah yang dialami Yulianus merupakan contoh nyata bagaimana JKN hadir untuk melindungi peserta saat menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.
“Program JKN memastikan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis tanpa dibebani biaya. Penyakit seperti epilepsi membutuhkan penanganan jangka panjang dan intensif, dan melalui JKN, peserta dapat fokus pada proses penyembuhan tanpa rasa cemas terhadap biaya pelayanan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN selalu aktif agar dapat langsung memanfaatkan layanan kesehatan saat dibutuhkan. Selain itu, BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan bersama fasilitas kesehatan mitra demi memberikan pelayanan terbaik bagi peserta.
Dengan adanya JKN, Yulianus kini dapat menjalani perawatan dengan lebih tenang dan optimistis. Ia berharap pelayanan baik yang diterimanya dapat terus dipertahankan, sekaligus menjadi dorongan bagi masyarakat lain untuk memanfaatkan Program JKN sebagai perlindungan kesehatan jangka panjang.
Kisah ini kembali menegaskan bahwa JKN bukan sekadar program jaminan kesehatan, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap warga mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, dan tanpa hambatan biaya.[JON-NAL]
