Anggota DPRK Minta Layanan BPJS Kesehatan Sentuh Masyarakat Korowai

0

Merauke, PSP – Anggota DPRK jalur afirmasi perwakilan Suku Korowai, Ian Maruwo, meminta pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menghadirkan pelayanan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga ke pedalaman.

Ian menyebut jumlah kepala keluarga di wilayah Korowai berkisar 200 hingga 300 KK. Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 617 orang, dengan jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa. Menurutnya, seluruh masyarakat tersebut membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap pelayanan kesehatan, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, kendala utama pelayanan kesehatan di Korowai adalah akses transportasi yang hanya mengandalkan jalur udara. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh pelayanan apabila harus menuju ibu kota kabupaten.

Selain itu, Ian mengungkapkan malaria masih menjadi penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat Korowai. Selama lebih dari satu tahun menjalankan tugas sebagai anggota DPRK, ia terus mendorong agar tenaga kesehatan ditempatkan di ibu kota distrik.

Ian juga menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat Korowai telah mengalami perubahan. Jika pada masa lalu sebagian besar masyarakat hidup dengan berburu, meramu, dan berkebun, kini aktivitas tersebut mulai berkurang sejak adanya pembangunan distrik dan permukiman.

Meski demikian, masyarakat Korowai tetap mempertahankan rumah pohon sebagai bagian dari adat dan identitas budaya yang masih dijaga hingga kini.

“Rumah pohon itu adalah tradisi dan jati diri kami. Saya sendiri sebagai anak adat juga masih memiliki rumah adat di dusun,” kata Ian di Merauke, Sabtu (4/7).

Karena itu, Ian menegaskan keberadaan masyarakat yang masih tinggal di kawasan hutan tidak boleh menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan.

“Jangan karena kami tinggal di hutan atau masih memiliki rumah pohon, lalu pelayanan kesehatan tidak diberikan. Masyarakat sangat membutuhkan BPJS Kesehatan karena dapat mengurangi beban biaya ketika sakit,” tegasnya.

Ia berharap BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah dapat menempatkan petugas pelayanan di ibu kota Distrik Korowai sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dan administrasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Boven Digoel. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *