Baru 1 Dapur yang Beroperasi, Ini Tanggapan Wakil Ketua Satuan Tugas MBG Boven Digoel
Wakil Ketua Satuan Tugas MBG Boven Digoel Jefri Nirahua
Boven Digoel – Wakil Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Boven Digoel, Jeffri Nirahua, menjawab pertanyaan masyarakat terkait mengapa hingga saat ini di Boven Digoel baru tersedia satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Jeffri menjelaskan, pendirian SPPG bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan anggaran yang sangat besar. Mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, pengadaan peralatan dapur standar, hingga kesiapan sumber daya manusia, semuanya memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit.
“Untuk mendirikan satu SPPG dibutuhkan anggaran yang besar, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa saat ini Boven Digoel baru memiliki satu SPPG,” ujar Jeffri, pada Senin (26/01).
Ia menambahkan, keterbatasan jumlah SPPG berdampak pada jangkauan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang belum bisa melayani seluruh sekolah secara maksimal. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar ke depan program MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah.
Jeffri pun mengajak masyarakat, khususnya yang memiliki kemampuan finansial lebih, untuk turut berperan melalui investasi di program MBG. Menurutnya, investasi tersebut dapat diarahkan untuk mendirikan SPPG baru di Boven Digoel.
Dengan bertambahnya jumlah SPPG, Jeffri berharap program MBG di Kabupaten Boven Digoel dapat berjalan lebih optimal dan mampu melayani lebih banyak sekolah, sekaligus mendukung peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di daerah tersebut. “Kami membuka ruang bagi masyarakat atau pihak swasta yang ingin berinvestasi melalui program MBG. Kehadiran investor sangat dibutuhkan untuk membantu mendirikan SPPG baru, sehingga pelayanan MBG bisa diperluas,” ungkapnya.[VER-NAL]
