Hasil Kongres PSSI Papua Selatan, Ketua PSSI Provinsi Bisa Menunjuk Ketua PSSI Kabupaten
Kongres biasa PSSI Provinsi Papua Selatan
Merauke, PSP – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Selatan resmi melaksanakan Kongres Biasa Tahun 2025 di Hotel Sunny Day, Merauke, Senin (22/12). Kongres ini digelar sebagai tindak lanjut dari Statuta PSSI terbaru yang disahkan pada Juli 2025 lalu, yang mewajibkan seluruh Asprov PSSI di Indonesia menyelenggarakan kongres tahunan untuk penyesuaian statuta.
Kongres dipimpin oleh Wakil Ketua Asprov PSSI Papua Selatan, Viktorianus Ohoiwutun, dan dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI dari empat kabupaten di wilayah Provinsi Papua Selatan.
Selain Askab, sejumlah klub anggota tercatat belum hadir dalam kongres, di antaranya Persimer, Persibodi, Persias, dan Persimap. Sementara itu, tiga klub calon anggota, yakni Golden FC, Notherdam FC, dan Bevak Roman, turut dicatat dalam agenda kongres.
Sekretaris Asprov PSSI Papua Selatan, Arnold Rudolf, menjelaskan bahwa agenda utama kongres adalah pencabutan Statuta Asprov PSSI Papua Selatan Tahun 2019 dan pemberlakuan Statuta Tahun 2025 beserta petunjuk organisasi yang baru.
“Dalam statuta baru ini, tidak ada lagi istilah Exco di tingkat PSSI provinsi maupun kabupaten. Exco hanya berlaku di tingkat PSSI pusat,” jelas Arnold.
Ia juga menyebutkan bahwa terdapat perubahan mendasar terkait mekanisme kepemimpinan di tingkat kabupaten. Dalam statuta baru, Ketua Asprov PSSI memiliki kewenangan untuk menunjuk Ketua PSSI Kabupaten, berbeda dengan statuta lama yang mengharuskan PSSI kabupaten menggelar kongres untuk memilih ketua.
Selain perubahan statuta, kongres juga memutuskan pencabutan status keanggotaan klub Merauke Putra. Keputusan tersebut diambil karena klub tersebut dinilai tidak aktif selama lebih dari 10 tahun terakhir.
“Dalam database PSSI, Merauke Putra masih tercatat sebagai anggota. Karena sudah tidak aktif selama satu dekade, maka melalui kongres ini status keanggotaannya dicabut,” ujarnya.
Arnold menegaskan bahwa kongres memiliki kewenangan untuk mencabut maupun menetapkan keanggotaan klub baru. Terkait tiga klub calon anggota, pihaknya meminta agar seluruh persyaratan segera dilengkapi.
“Kami minta Golden FC, Notherdam FC, dan Bevak Roman segera melengkapi administrasi. Targetnya, pada kongres tahun 2026 yang direncanakan berlangsung Mei atau Juni, ketiganya bisa ditetapkan sebagai anggota tetap dan memiliki hak suara,” katanya. Dalam kongres tersebut, Asprov PSSI Papua Selatan juga membahas sejumlah program kerja tahun 2026. Di antaranya pelaksanaan Liga 4 atau Piala Gubernur Papua Selatan yang direncanakan pada Februari 2026, agenda Piala Soeratin, persiapan Pra-PON, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat pertandingan. [ERS-NAL]
