Sulit Dapatkan Solar, Sopir Lintas batas Tanah Merah-Merauke Lakukan Aksi Demo di Tiga Tempat

0
Bupati Roni saat menerima aspirasi dari para sopir lintas kabupaten di halaman kantor bupati Boven Digoel

Bupati Roni saat menerima aspirasi dari para sopir lintas kabupaten di halaman kantor bupati Boven Digoel

Tanah Merah, PSP – Para Sopir Lintas Kabupaten (Hilux), Truk dan Pickup kabupaten Boven Digoel Lakukan aksi Protes terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar yang terjadi di kabupaten Boven Digoel, aksi Protes kali ini berbeda dengan sebelumnya, yang mana para sopir mendatangi pemilik SPBU, namun kali ini para sopir mendatangi, Kantor Bupati Boven Digoel, Kantor DPRD Kabupaten Boven Digoel, serta Polres Boven Digoel, sembari membawa spanduk yang bertuliskan Polres hukum pelaku timbun BBM solar, bongkar tuntas Tangki Modifikasi.

Untuk diketahui para sopir ini sebelumnya berkumpul di jalan traspapua KM 4 arah Mindiptanah, selanjutnya mereka menuju kantor bupati untuk menyampaikan aspirasi yang dihadapi selama ini, terkait dengan kelangkaan BBM yang terjadi di kabupaten Boven Digoel, saat tiba di kantor bupati Boven Digoel, disambut langsung oleh Bupati Boven Digoel Roni Omba.

Kordinator Aksi Udin Maharani dalam orasinya menuturkan, mewakili para sopir baik itu Hilux, Truk maupun Pickup merasa Kecewa dengan pemerintah daerah, DPRK Boven Digoel serta Polres Boven Digoel, yang seolah tidak melihat terjadinya kelangkaan BBM di kabupaten Boven Digoel. Padahal sesuai kota BBM jenis solar di 4 SPBU Boven Digoel terdapat kurang lebih 440 ton perbulannya, namun kelangkaan sering terjadi.

“Penyaluran BBM dari Merauke ke Boven Digoel 90 persen menggunakan transportasi darat, namun ketersediaan BBM sangat memprihatinkan. kami telah melakukan segala cara dengan melaporkan kepada pihak berwajib namun sekedar di awasi dan tidak berlanjut lama,”ujarnya.

Lebih lanjut Udin menuturkan ada 6 tuntutan dari para sopir diantaranya, kepada bupati boven digoel untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap 4 SPBU yang di duga melakukan penyaluran BBM yang melebihi kapasitas seharusnya, dan apabila di temukan maka pelaku perlu di hukum sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga ada efek jerah bagi penimbun maupun pengetap BBM subsidi.

Para sopir juga berharap,  dengan tuntutan ini agar kedepannya tidak ada lagi kejadian kelangkaan BBM Subsidi di kabupaten boven digoel, karena kelangkaan yang terjadi di Boven Digoel dikarenakan adanya ulah oknum yang melakukan penimbunan BBM subsidi untuk kemudian di jual kepada perusahaan sekitar kabupaten boven digoel. Oleh karena itu. Apabila tuntutan tersebut tidak di indahkan maka par sopir juga akan melakukan aksi beser-besaran dengan melaporkan kepada pemerintah pusat bahwa pemda boven digoel dan kepolisian boven digoel telah gagal mengungkap kasus kelangkaan BBM yang sudah jelas-jelas ada didepan mata.

“Kami juga telah mengantongi foto dan vidio kendaraan yang mempunyai tangki modifikasi untuk menampung BBM, dan ada 5 titik lokasi penimbunan BBM bersubsidi yang selama ini tidak disentuh oleh pihak penegak hukum. Bukti ini akan kami serahkan kepada pihak kepolisian dalam mendukung kinerja kepolisian dalam pengungkapan kasus kelangkaan BBM subsidi di kabupaten boven digoel,”tegasnya.

Sementara itu bupati Roni dihadapan para sopir menegaskan, besok juga akan melakukan rapat kordinasi dengan pemilik SPBU maupun lintas sektor terkait dengan kelangkaan BBM yang terjadi, mengingat kelangkaan BBM juga berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para draifer yang mengangkut bahan pokok dari Merauke ke Boven Digoel dan sebaliknya.

“Sekarang ini ada juga dari Diskoperindak, saya sudah perintahkan besok kita harus rapat dengan pemilik SPBU dan dinas terkait, kita juga akan buat satgas pengawasan BBM, kalau ada yang timbun BBM, segera lapor ke saya, saya akan turun langsung ke lapangan,”tegas bupati Roni.

Sementara di tempat terpisah Ketua DPRK Boven Digoel Simon Akka saat menerima para sopir lintas kabupaten ini mengatakan, terkait aspirasi yang di sampaikan, pihaknya akan menindak lanjuti, dengan memanggil pihak Pertamina dan instansi terkait untuk melakukan Hering bersama.

Diharapkan kepada para sopir untuk bersabar dan dalam waktu yang tidak alam, selaku ketua DPRK juga akan berkordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati dan Kapolres Boven Digoel untuk melakukan rapat bersama. “Jadi aspirasi ini kami sudah terima nanti kita akan tindak lanjuti. 4 SPBU ini akan kita panggil, Kebetulan salah satu pemilik SPBU juga adalah anggota DPRK Boven Digoel, jadi jangan kawatir,”ucap Simon Akka di depan para sopir di halaman kantor DPRK Boven Digoel kemarin.[VER-NAL]  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *