PLN IUW Papua dan Papua Barat Ajak Jurnalis Papua Kunjungi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara
Merauke, PSP – Di perairan Waduk Cirata terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung yang merupakan terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia. PLTS tersebut adalah PLTS Terapung Cirata yang dikembangkan oleh Indonesia dan Uni Emirat Arab melalui joint Venture Company PT PLN (PERSERO) dan Masdar dari Uni Emirat Arab. Untuk melihat secara pengembangan PLTS Terapung Cirata, PLN IUW Papua dan Papua Barat mengajak 19 jurnalis dari berbagai media di Papua untuk berkunjung ke PLTS tersebut melalui kegiatan Media Gathering pada 19-22 November 2025 di PLTA dan PLTS Terapung Cirata.
Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis berkesempatan melihat secara langsung bagaimana pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sedang fokus dikerjakan oleh PT PLN (PERSERO).
Plant Manager PTLS Terapung Cirata, Kirjono Mudiarto mengatakan untuk saat ini ini PLTS Terapung Cirata total kapasitasnya 192 MW, untuk jumlah inverternya totalnya ada 49 inverter dengan kapasitas 3 MW.
Kirjono menjelaskan PLTS Terapung Cirata ini juga terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan terbesar di Indonesia.
“ Untuk PLTS Cirata ini terinterkoneksi ke sistem Jawa-Madura-Bali yang merupakan sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, kita terkoneksi ke subsistem 150 kV. Jadi semua terkoordinasi baik ke regional kontrol center di Bandung dan kontrol center pusatnya untuk Jawa-Madura-Bali di Gandur,” ujarnya kepada wartawan di Purwakarta.
Namun menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, kontribusi PLTS Terapung Cirata ini masih kecil dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dengan cakupan perairan di Waduk Cirata yang digunakan untuk PLTS Terapung Cirata ini baru 4 Persen dari total luasan waduk Cirata. “ Untuk saat ini memang penetrasi EBT khususnya PLTS Terapung Cirata ini masih kecil jadi dampak ke jaringan tidak terlalu signifikan jadi masih aman jika pemadaman atau pemeliharaan karena masih 0,1 persen kontribusi secara energi di sistem Jawa-Madura-Bali,” pungkasnya.[JON-NAL]
