Pangdam Mandala Trikora Titip Pesan Ini ke TPNPB Yahukimo

0

Mayjen Frits: Kapal itu untuk mengirim logistik bagi masyarakat!

Merauke, PSP – Pangdam XXIV/MT, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., menyayangkan penembakan terhadap kapal kayu di wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Asmat oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo pada Minggu, 3 Mei 2026.

Padahal kata Mayjen Frits, kapal itu merupakan pengangkut logistik membawa bahan kebutuhan pokok, termasuk beras, untuk masyarakat di wilayah pedalaman yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai.

“Iya kami justru menyayangkan hal itu, Kapten kapal itu memuat logistik untuk saudara-saudara kita di Yahukimo. Satu-satunya akses distribusi adalah melalui jalur sungai. Ini sangat kami sesalkan karena berdampak langsung pada masyarakat, karena kami sudah konfirmasi ke kepala Bulog bahwa itu beras untuk masyarakat di Yahukimo ,” jelas Mayjen Frits kepada wartawan di Merauke, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun demikian, kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di wilayah Asmat.

Menurut Pangdam, lokasi kejadian berada cukup jauh dari pos TNI, sehingga keterbatasan akses menjadi kendala dalam respons cepat di lapangan.

“TKP cukup jauh dari pos kami, puluhan kilometer. Tapi kami tetap memantau situasi dan mengikuti perkembangan,” katanya.

Terkait isu yang beredar mengenai adanya personel intelijen di dalam kapal yang ditembak, Pangdam menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Tidak ada anggota TNI ataupun intelijen di kapal itu. Itu murni kapal logistik untuk masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran akan masuknya kelompok separatis bersenjata ke wilayah Papua Selatan, Pangdam mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia memastikan TNI telah melakukan langkah antisipasi.

“Kami sudah mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok tersebut ke wilayah yang dianggap aman. TNI hadir di Asmat, Mappi, hingga Merauke untuk menjamin keamanan masyarakat,” ujarnya.

Pangdam juga mengungkapkan bahwa upaya penempatan pos TNI di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar lokasi kejadian, sempat mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi situasi keamanan.

“Kami tetap akan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar ke depan kehadiran TNI bisa diterima demi mencegah kejadian serupa,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Pangdam mengimbau kelompok bersenjata yang masih melakukan aksi kekerasan agar menghentikan tindakan yang merugikan masyarakat sipil.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat. Jangan sampai tindakan seperti ini justru membuat saudara-saudara kita di pedalaman kekurangan logistik,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *