Perempuan Asli Papua Selatan Bersatu dalam Kongres Pertama

0
Kongres kesatu asosiasi perempuan asli Papua Selatan.

Kongres kesatu asosiasi perempuan asli Papua Selatan.

Merauke, PSP – Setelah melalui proses panjang sejak pembentukan hingga deklarasi, Asosiasi Perempuan Asli Papua Selatan akhirnya menggelar kongres pertamanya. Kegiatan itu berlangsung Senin (24/11) di Swiss-Belhotel Merauke dan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.

Asosiasi ini merupakan wadah bagi perempuan dari berbagai ikatan kesukuan, antara lain Auyu, Malind, Muyu, Wangbon, Yakhay, Wiyahar, Kombay, dan Korowai. Kongres pertama ini mengusung tema “Perempuan Asli Papua Selatan Merawat Identitas, Bersatu untuk Perubahan, dan Berdaya untuk Masa Depan.”

Terbentuknya asosiasi ini berawal dari pertemuan para perempuan dari tujuh wilayah adat Papua Selatan di Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan. Pertemuan tersebut menghasilkan deklarasi pembentukan Lembaga Perempuan Asli Papua yang digagas oleh almarhumah Yohana Gebze bersama rekannya, Katharina Maria Yaas, dan sejumlah perempuan lainnya.

Lembaga ini dibangun sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) yang memberi perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan asli Papua. “Hari ini kami mendeklarasikan terbentuknya lembaga perempuan yang akan mengakomodir semua perempuan Papua. Banyak perempuan hebat yang selama ini tidak teridentifikasi, dan lembaga ini menjadi rumah bagi mereka,” kata Yohana Gebze pada saat deklarasi.

Kongres pertama ini menjadi bukti terwujudnya cita-cita almarhumah Yohana. Ketua Formatur, Natalia Paschalina Teraka, menjelaskan bahwa kongres digelar untuk menindaklanjuti perjalanan panjang tersebut. “Kongres ini bertujuan menghimpun suara dan aspirasi perempuan asli Papua, memperkuat identitas budaya, serta mendorong peran perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan adat,” ujarnya.

Selain itu, asosiasi juga akan merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan lembaga adat, serta membangun jaringan kolaborasi sesama perempuan asli Papua Selatan untuk mendorong perubahan positif.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung perempuan asli Papua Selatan. “Kami pemerintah akan selalu hadir dan mendukung perempuan asli Papua Selatan,” tegasnya. Ia juga menyampaikan perumpamaan mengenai tanah Papua yang ia gambarkan seperti perempuan cantik yang harus dijaga bersama. Kongres ini dihadiri oleh 40 perwakilan dari setiap ikatan suku serta unsur Forkopimda Kabupaten Merauke dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 26 November 2025. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *