Perkuat Pos Lintas Batas Negara, Karantina Sosialisasikan Aturan di PLBN Yetetkun

0
Karantina sosialisasikan aturan di PLBN Yetetkun

Karantina sosialisasikan aturan di PLBN Yetetkun

Merauke, PSP – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yatetkun menyelenggarakan kegiatan bersama tim CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) beserta kepala Distrik dan kepala kampung di wilayah perbatasan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar stakeholder dalam mengawasi dan mengelola perlintasan orang dan barang di wilayah perbatasan. Kegiatan ini menuai perhatian luas karena potensinya dalam meningkatkan daya saing produk ekspor Papua Selatan dan membuka peluang baru bagi para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam perekonomian lintas batas negara.

Dalam sebuah pemaparan, Kepala PLBN Yatetkun Isak Jepperson Mewed, S.IP menekankan peran penting PLBN Yatetkun sebagai fasilitator tim CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, serta pengawasan dan pelayanan terhadap perlintasan orang dan barang di perbatasan negara.

“ Dalam aktivitas pelintas batas negara periode Januari hingga November, tercatat sebanyak 11.980 aktivitas pelintas negara per tahun yang mencakup pelintas Indonesia ke PNG maupun sebaliknya. Data per 8 November menunjukkan perputaran nilai ekonomi yang cukup besar, dengan total 1.117.259.135 yang mencakup ekspor-impor, dengan nilai ekonomi 957.377.136 ekspor dan 159.882.000 untuk impor,” ucapnya.

Kepala PLBN Yatetkun juga menyoroti potensi perekonomian di wilayah perbatasan, terutama melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis UMKM dan pariwisata, serta berharap kepada masyarakat untuk dapat memahami dan mematuhi aturan yang berlaku di pos lintas batas negara. Ia juga mendorong pemanfaatan ruang-ruang kreatif untuk meningkatkan perekonomian lokal dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan.

Kepala Satuan Pelayanan Yatetkun, Samijan, menambahkan bahwa pengawasan ketat terhadap lalu lintas barang di perbatasan sangat penting untuk melindungi pertanian dan ekonomi lokal.

” Khususnya komoditi yang berbahan dasar daging babi dan produk kelapa, kita perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Samijan.

Hal ini disebabkan oleh status Papua Selatan yang masih terbebas dari penyakit African Swine Fever (ASF) pada babi dan Lethal Yellowing pada kelapa. Kedua penyakit tersebut dapat berdampak besar pada pertanian dan kestabilan ekonomi lokal jika tidak ditangani dengan serius.

Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua Selatan, Ferdi, S.P., M.Si menyampaikan dengan kerja sama yang solid dan pengawasan yang efektif, diharapkan perekonomian dan keamanan di perbatasan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. ” Dengan adanya PLBN Yatetkun, ini menjadi sebuah peluang bagi komoditas ekspor unggulan Papua Selatan dan membuka lembaran baru bagi para pelaku usaha untuk menjajaki peluang ekonomi lintas batas negara, meningkatkan daya saing, dan memperluas jaringan pasar, sehingga memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ujar Ferdi.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *