Solar Langka, Sopir Angkot Datangi Pemilik SPBU Boven Digoel
Para sopir saat menemui pemilik SPBU harapan
Tanah Merah, PSP – Sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar, Para sopir Datangi Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harapan, kedatangan mereka untuk menanyakan regulasi pengisian BBM kepada setiap kendaraan. Serta membahas terkait antrian dan kelangkaan BBM yang sering terjadi di setiap SPBU.
Pemilik SPBU Harapan Samsuryadi saat ditemui media ini usai pertemuan dengan para sopir mengatakan, sesuai dengan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa setiap kendaraan yang hendak melakukan pengisian BBM harus menggunakan Barkot sesuai dengan surat kendaraan. Selain itu jenis kendaraan yang memperoleh BBM jenis Solar, disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu contohnya adalah kendaraan antar Kabupaten (Hilux) berhak mendapatkan 60 Liter, sementara untuk Truk 100 Liter dan kendaraan jenis Picup 50 liter.
Diakui Samsuryadi, kesepakatan tersebut merupakan spontanitas, antara para sopir dan pemilik SPBU, hal ini untuk mengatasi terjadinya Antrian panjang di setiap SPBU, mengingat setiap terjadinya pengisian BBM jenis solar sering terjadinya Antrian panjang, bahkan sebagian kendaraan tidak mendapatkan bagian.
“Iya ini kesepakatan spontanitas, namun kalau ini berjalan efektif akan kita pertahankan, saya harap di SPBU yang lain juga menerapkan hal yang sama untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM dan antrian ini,”ujarnya.
Terkait dengan kesepakatan tersebut, selaku pemilik SPBU harapan, akan berkordinasi dengan pemilik SPBU lainnya yang berada di tanah merah, untuk melakukan hal yang sama, sehingga mengurangi antrian dan kelangkaan BBM, serta meminimalisir terjadinya praktik-praktik ilegal dari oknum-oknum masyarakat.
Menurut Samsuryadi sesuai dengan kuota BBM jenis Solar di 4 SPBU di kabupaten Boven Digoel seharusnya lebih jauh dari kata mencukupi, namun antrian dan kelangkaan BBM ini sering terjadi, hal ini dikarenakan adanya pelaku-pelaku yang sengaja melakukan praktik curang dalam pengisian BBM, sehingga berimbas pada kelangkaan dan antrian yang tejadi.
“Saya harap dengan kesepakatan ini bisa mengatasi kelangkaan BBM dan antrian yang sering terjadi, karena pembagiannya BBM secara merata, kita dari pihak SPBU ini hanya melayani, kalau terjadi adanya modifikasi tangki itu rana pihak lain,”katanya.
Sementara itu Udin mewakili para sopir berujar, sangat memberikan apresiasi kepada pihak SPBU harapan, yang secara terbuka menerima masukan dari para sopir, sehingga melahirkan sebuah kesepakatan yang dianggap penting untuk diterapkan di setiap SPBU, pasalnya sesuai dengan pengamatannya, setiap BBM jenis solar masuk di SPBU selalu diperhadapkan dengan antrian yang panjang.
Lebih lanjut Udin berujar, saking panjangnya antrian, terkadang dirinya tidak mendapatkan BBM karena stok BBM yang terbatas, sementara dilain sisi, kebutuhan akan BBM sangat di harapkan untuk melakukan perjalan sebagai sopir. “Saya harap mari kita bekerja sama, supaya pembagian BBM ini bisa merata maka kita harus pakai barkot, dan pengisiannya harus sesuai maksimal yang sudah ditetapkan, jadi dia mau modif tangki juga pengisiannya tetap sama,”ujarnya.[VER-NAL]
