24 Juli 2024

Banyak Janda Baru di Merauke Akibat Judi Online

1

Pengadilan Agama Merauke.

Merauke, PSP – Data perceraian di Pengadilan Agama Merauke, Provinsi Papua Selatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada tahun 2024 ini.

Menurut Humas Pengadilan Agama Merauke, Muhammad Sobirin, S.Hi, banyak pasangan suami istri harus berpisah karena faktor ekonomi yang menyulitkan kehidupan keluarga.

Sang suami seringkali tidak mampu memberikan nafkah yang cukup kepada keluarganya, sehingga sang istri akhirnya menggugat cerai.

Per Juni 2024, tercatat 41 perkara perceraian talak dan 152 perkara perceraian gugat. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana terdapat 57 perkara perceraian talak dan 128 perkara perceraian gugat.

Menurut Sobirin, kenaikan jumlah gugatan yang diajukan oleh pihak istri sebagian besar disebabkan oleh faktor ekonomi, di mana pasangan terlibat dalam praktik judi online yang merugikan.

“Akibat judi online, suami tidak mampu memberikan nafkah yang cukup, dan hal ini memicu pertengkaran yang terus menerus dalam rumah tangga,” ujar Sobirin di kantornya, Jumat (21/6).

Sobirin mengatakan, alasan-alasan tersebut dikemukakan para istri dihadapan majelis hakim, bahwa sang suami bukan nya bekerja mencari nafkah melainkan bermain judi online.

Ditambahkan, rata-rata pasangan suami istri yang bercerai telah memiliki anak dan berusia produktif antara 23 hingga 50 tahun.

Pengadilan Agama Merauke mengimbau kepada pasangan suami istri untuk menjaga komunikasi, keuangan, dan keharmonisan dalam keluarga guna mencegah perceraian yang dapat merugikan semua pihak. [ERS-NAL] 

1 thought on “Banyak Janda Baru di Merauke Akibat Judi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *