25 Juli 2024

Dalam Proses pencoklitan KPU PPS akan Turun Melakukan Monitoring

0

Ketua KPU Papua Selatan, Theresia. Mahuse saat membuka rakor persiapan coklit untuk Pilkada 2024

Theresia Mahuse : Kita harus pastikan pantarlih mendapat data yang valid dan akurat

Merauke, PSP – Komisi Pemilihan Umum Papua Selatan menggelar rapat koordinasi persiapan coklit pemilihan Gubernur -Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati tahun 2024 di provinsi Papua Selatan berlangsung di Swissbel hotel Merauke, Rabu (19/6/2024).

Ketua KPU Papua Selatan, Theresia Mahuse mengatakan saat ini KPU tengah persiapan untuk coklit (pencocokan dan penelitian) yang akan berlangsung mulai 24 Juni hingga 24 Juli 2024 nanti oleh pantarlih (petugas pemutakhiran data pemilih). Pantarlih sendiri akan direkrut oleh KPU Kabupaten.

“Coklit ini mencocokkan hasil dari sinkronisasi data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dengan data DPT Pemilu terakhir dengan data administrasi kependudukan”, beber Theresia.

Untuk DPT Papua Selatan dalam Pemilu terakhir jumlahnya 367.269.  Kemudian DP4 yang turun hasil sandingan dengan DPT terakhir, 326.535, terdapat seliSih 40.734. Data DP4 dibawah DPT. Data tersebut dinamis, sesuai dengan data yang ada di masyarakat. Ada yang datang , ada yang pergi dan ada yang meninggal. Ada juga yang baru datang.

“Jadi ini akan terus bergerak, apakah bertambah atau berkurang”,ujarnya.

Dalam proses coklit ini, KPU melaksanakannya berdasarkan asas dejure atau sesuai dengan aturan. Artinya pemilih yang didata sesuai dengan alamat yang tertera di dalam KTP, bukan berdasarkan dia dimana tinggal atau berada.

Dalam Pilkada 2024 ini, sesuai instruki KPU RI ada perampingan TPS. Di Pemilu 2024, maksimal pemilih dalam satu TPS sebanyak 300 pemilih. Sementara dalam Pilkada ini jumlah pemilih setiap TPS 400 hingga 600 pemilih. Apabia dalam satu TPS pemilihnya berjumlah 400, maka petugas pantarlih  cukup 1 orang. Bila lebih, maka petugas pantarlihnya 2 orang.

“Saat proses pencoklitan ini KPU PPS akan turun melakukan suvervisi monitoring untuk memastikan petugas pantarlih benar-benar turun  dari rumah ke rumah supaya mendapatkan data yang valid dan akurat”, pungkasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *