19 Mei 2024

5 Marga Pemilik Hak Ulayat Kembali Palang Bandara Tanah Merah

0

Peserta aksi saat membuka gembok pintu gerbang di saksikan Kapolres Boven Digoel.

Tanah Merah, PSP – Lima Marga dari Hak Ulayat Tanah Bandara Udara Tanah Merah, kembali lakukan aksi Pemalangan di Bandara udara Tanah Merah, pada Sabtu (6/04).

Koordinator aksi Pemalangan Bandara Udara Tanah Merah, Magdalena Kombutingga, menyampaikan, aksi yang di lakukan mereka merupakan buntut dari tidak adanya kejelasan pemerintah, untuk menyepakati proses pembayaran Tanah Bandara yang masih ada, hal inilah yang membuat ke lima marga merasa seolah mereka dikhianati.

Menurut Magdalena, Sebenarnya tidak ada yang di permasalahkan terkait dengan tanah bandara ini, jika pemerintah Kabupaten Boven Digoel menyepakati
Nominal besaran biaya yang disepakati 5 Marga untuk di bayar kepada pihak pemilik Tanah Bandara senilai Seratus Lima puluh Miliar Rupiah.

“Jadi dari kami pemilik lima marga inikan, minta 150 Miliar itupun belum ada kesepakatan yang tertuang di atas kertas, jadi setidaknya pemerintah harus melihat ini, jangan belum selesai kesepakatan sudah mulai pembangunan landasan lagi ini yang kami tuntut.” ungkap Magdalena Kombutingga.

Magdalena juga mengancam rencana aksi ini akan kembali di lakukan pada hari Senin ( 8/4/2024 ), bahkan jika tidak ada titik temu penyelesaian pembayaran mereka akan melakukan Pemalangan total bandara udara Tanah Merah.

Dari lima marga yang di ketahui Yaitu marga Aujat, Tutainon, Kaat, Guam, dan Kombutinggan, yang bersatu dalam aksi pemalangan terhadap bandara. Mereka menegaskan kepada pemerintah Boven Digoel segera membayar hak atas tanah mereka sesuai dengan kesepakatan yang telah di janjikan sejak tahun 2012 silam.

Aksi Pemalangan Bandara Udara Tanah Merah, berhasil di redam setelah pihak kepolisian Boven Digoel bersama pemerintah Boven Digoel, dengan perjanjian akan menghadirkan Bupati Boven Digoel pada hari Senin ( 8/4 ) mendatang.

Kapolres Boven Digoel AKBP | Komang Budiartha SIK menyampaikan aksi yang di lakukan oleh lima marga pemilik hak Ulayat tanah bandara ini, dampak dari kekecewaan atas pemerintah, yang tidak menyepakati apa yang menjadi kesepakatan mereka pada pertemuan di bulan yang lalu untuk pembayaran bertahap tanah bandara itu.

“Ya hari ini mereka datang di bandara, ingin meminta pemerintah daerah perhatikan kesepakatan, namun saat ini kepala daerah sedang melaksanakan tugas keluar daerah, namun direncanakan hari ini akan tiba dan hari Senin di lakukan pertemuan kembali dengan ke lima marga ini.” Ungkap Kapolres, saat ditemui di bandara udara tanah merah kemarin. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *