Edoardus Kaize Tanamkan Empat Pilar Kebangsaan kepada Mahasiswa di Merauke

Merauke, PSP – Anggota DPR RI/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edoardus Kaize, S.S., menggelar Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan di Aula Vertenten Sai, Merauke, Senin (22/6). Kegiatan itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Merauke serta masyarakat umum.
Dalam sosialisasi itu, Edoardus Kaize menjelaskan salah satu tugas konstitusional anggota MPR RI adalah menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat.
Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Harapan kita setelah mengikuti kegiatan ini, pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin baik. Bagi yang sebelumnya masih kurang memahami, dapat meningkat, sedangkan yang sudah memahami dengan baik diharapkan semakin kuat wawasan kebangsaannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan sejatinya bukan hanya menjadi tugas anggota MPR RI, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh penyelenggara negara.
“Setiap pihak yang diberi kewenangan mengurus negara memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat,” tegas Edoardus.
Meski demikian, lanjutnya, sebagai bagian dari MPR RI, anggota DPR RI memiliki tugas khusus untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di seluruh daerah.
Menurut Edoardus, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar sesungguhnya telah hidup di tengah masyarakat dan perlu terus diperkuat agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Edoardus juga menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan sila pertama yang tercermin dari kehidupan masyarakat Indonesia yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman agama, serta sila kedua yang menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Ia menambahkan, berbagai masukan, pandangan dan tanggapan masyarakat yang diperoleh selama kegiatan sosialisasi akan menjadi bahan yang disampaikan kepada fraksi maupun dalam forum MPR RI.
“Respons masyarakat terkait Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat penting sebagai bahan evaluasi dan penguatan program pembinaan ideologi kebangsaan,” katanya.
Menurut Edoardus, kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi kebangsaan, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. [ERS-NAL]
