21 April 2024

Pertamina Sebut Kelangkaan Mitan Disebabkan Konsumsi yang Tinggi dari Masyarakat

0

Pengecekan penyaluran minyak tanah ke Pangkalan.

Warga : Perlu dibuat aturan baru, masih ada pangkalan yang curang

Merauke, PSP – Beredar kabar soal kondisi menipisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah yang terjadi di kabupaten Merauke, sehingga membuat Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku langsung melakukan koordinasi dengan masing-masing pemilik pangkalan minyak tanah.

“ Dari hasil survei yang kami lakukan terdapat dua informasi penting yang kami terima sebagai catatan terutama di daerah Kecamatan Samkai dan sekitarnya,“ kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun dalam rilisnya.

Edi menjelaskan, bahwa kondisi kelangkaan yang terjadi saat ini disebabkan oleh konsumsi yang tinggi dari masyarakat.

“ Ya, jadi masalah ini murni karena tingkat konsumsi yang tinggi dari masyarakat disini, dan bukan karena terhentinya suplai minyak tanah dari Pertamina,” jelasnya.

Edi menegaskan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku setiap harinya telah menyuplai minyak tanah yang dilakukan ke sejumlah agen dan pangkalan minyak tanah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

“ Kami selalu melakukan penyaluran kepada masing-masing pangkalan sebesar 1-1,2 KL per minggu,” terang Edi.

Edi juga menghimbau kepada para pemilik pangkalan minyak tanah agar bijak dalam mendistribusikan ke masyarakat dan jangan ada kecurangan dalam melakukan pendistribusian.

“ Kami juga melakukan himbauan kepada masing-masing pemilik pangkalan minyak tanah untuk tertib administrasi pencatatan logbook dan untuk pembelian minyak tanah wajib menggunakan KK,” tutup Edi.

Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa masih ada pangkalan yang curang dalam mendistribusikan minyak tanah. Ia menjelaskan bahwa pangkalan akan memberikan lebih banyak minyak tanah kepada pembeli mitan yang mau membeli dengan harga tinggi.

“Faktanya, ada pangkalan yang curang saat menjual mitan. Pangkalan tersebut akan memberikan mitan yang banyak kepada pembeli yang mau membeli mitan diatas harga normal. Contohnya mereka menjual ke pemilik usaha seperti warung makan atau ke orang yang akan menjual kembali,”kata warga  yang tinggal di jalan Kampung Timur itu.

Akibat ulah pangkalan itu, warga yang tadinya mau membeli mitan akhirnya harus  gigit jari karena mitan sudah habis diborong para pemilik usaha.

“ Sering kami ribut dengan pemilik pangkalan karena kondisi ini. Bagaimana tidak, kami harus pergi ke pangkalan lain untuk mendapatkan mitan. Sesampainya di pangkalan lain, Kartu Keluarga kami tidak dapat digunakan karena tidak termasuk  area pangkalan tersebut,”ujarnya seraya mengatakan  persoalan ini tidak dapat dibiarkan. Pertamina dan Pemerintah daerah harus mengambil langkah untuk mengatasai masalah ini, karena yang dirugikan masyarakat.

“Perlu aturan baru untuk pendistribusian minyak tanah, agar masyarakat tidak dirugikan,”Pungkasnya. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *