14 Juni 2024

Petani Enggan Jual Beras ke Bulog, Ini Alasannya

0

Merauke, PSP – Di tengah gagal panen saat ini, sudah ada  petani di Merauke sudah mulai ada yang panen padi, karena proses penanaman tidak serentak. Hanya saja, mereka enggan menjualnya ke Bulog, lantaran harga beli dan standarnya dinilai memberatkan. Petani lebih memilih menjualnya ke pengusaha satau pedagang eceran, karna harganya jauh lebih tinggi.

Menurut petani dari Semangga yang sudah panen, harga yang ditawarkan Bulog itu dinilai belum maksimal, mengingat biaya produksi juga sudah tinggi. Sehingga, mereka memanfaatkan momen yang masih banyak sawah yang belum panen dengan menjualnya ke pedagang atau pengusaha dengan harga Rp 11.500 hingga Rp 12.500 per kilogramnya. Untuk syaratnya juga tidak ada.

“Kalau ke Bulog harganya lebih murah, kami pilih jual sendiri saja. Banyak pedagang yang datang dari kota, karena memang beras sekarang ini juga lagi susah,” tutur warga itu.

Untuk penjualan beras juga kata, dia, tidak semuanya. Namun, tetap disisihkan untuk kebutuhan rumah tangga, mengingat panen berikutnya belum bisa diprediksi hasilnya seperti apa dan apakah mengalami gagal panen. 

Hal itu juga diamini Ketua Aliansi Petani Merauke, Bino. Menurutnya, syarat beras yang bisa masuk ke Bulog, memeberatkan petani.  Agar tidak ribet,  petani justru memilih menjualnya ke pengusaha lain. Karena untuk memproduksi beras sesuai standar Bulog, tak semua penggilinngan yang mampu.

“Betul, petani jual beras ke pengusaha lain, karena syaratnya memberatkan petani,” kata Bino, kemarin.

Sebelumnya Kepala Kepala Bulog Subdrive Merauke, Firman Mando, mengaku penyerapan beras dari petani lokal saat ini belum maksimal. Semua gudang sudah disiapkan untuk menyerap sebanyak-banyaknya.

“Kendala saat ini dari sisi harga. Hrga yang ada ditingkat petani atau penggilingan berkisar Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram. Sementara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Bulog masih di Rp 9.950 per kilogramnya,” ujarnya. Saat ini juga Bulog terpaksa mendatangkan beras dari Surabaya, Jawa Timur guna memenuhi stok beras di gudang dalam pelayanan kebutuhan pegawai, TNI dan Polri. Sebab, di Merauke tengah terjadi gagal panen sudah tiga tahun berturut-turut.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *