Unit Usaha Pangan Asal Hewan, Wajib Miliki NKV
Kabid Kesehatan Hewan, Drh. Retno P. Handayani M.EC.DEV
Merauke, PSP – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten merauke telah menerapkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada pelaku usaha Pangan Asal Hewan (PAH). Untuk hegiene sanitasi di unit usaha dan di kabupaten merauke yang sudah mempunyai NKV yakni pada PT Harvest.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Drh. Retno P. Handayani M.EC.DEV saat ditemui mengatakan, dinas juga sedang mengusulkan pada salah satu pemilik usaha telur kemasan yang berlokasi di jalan payum untuk membuat nomor NKV, dan juga ada beberapa unit usaha yang dipantau oleh dinas khususnya penyimpanan ayam beku. Untuk unit usaha penyimpanan ayam beku yang sudah mempunyai NKV yakni, unit usaha milik bapak sainal yang beralamat di pasar wamanggu, UD Cahaya di jalan pendidikan, UD Isfah dibagian kampus unmus dan ada beberapa UD lainnya.
“Namun masih banyak unit usaha baik yang PAH dan penyimpanan ayam beku yang sama sekali belum mempunyai NKV. Tujuan dari NKV yang menjadi persyaratkan higiene sanitasi ini adalah sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan PAH pada unit usaha dan untuk memastikan apakah PAH tersebut layak dikonsumsi atau tidak,” tutur Drh. Retno saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (18/1/22).
Selain itu, kata dia, dinas juga baru mengaudit NKV bagi unit usaha penyimpanan ayam beku yang beralamat di jalan husen palela, dan dalam kesempatan itu dinas juga mengarahkan untuk bagaimana unit usahanya bisa diperlakukan dengan higiene sanitasi diusahanya, sehingga nanti di tahun 2023 dinas juga akan melihat apakah ada perubahan higiene sanitasi untuk dapat NKV atau tidak.
“Dalam proses pengurusan NKV khusus bagi unit usaha yang ingin mengurus, tentu harus mengajukan permohonan pada dinas, serta melengkap beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi seperti contoh kalau dikandang harus memperlakukan tiga zona, higiene sanitasi harus berjalan baik, kandang harus bersih dan ketika ada kunjungan diternak harus disemprot, sehingga produk yang dihasilkan juga betul-betul baik dan layak untuk dikonsumsi,” tutupnya. [RADE-NAL]
