UNICEF: Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Merauke Tinggi
Audit Maternal Perinatal Surveilence Respons, UNICEF (United Nations Children's Fund, atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) Papua dan Papua Barat di Merauke. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Melalui Audit Maternal Perinatal Surveilence Respons, UNICEF (United Nations Children’s Fund, atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) Papua dan Papua Barat memberikan bimbingan pembelajaran kepada para tenaga medis, baik dari rumah sakit pemerintah, swasta maupun organisasi profesi kesehatan tentang percepatan penanggulangan kematian ibu dan bayi baru lahir.
Kepala Bidang Kesehatan UNICEF Papua dan Papua Barat dr. Ratih Wulandaru usai mengisi materi di acara audit di Halogen Hotel lusa lalu mengatakan, Audit Maternal Perinatal Surveilence dan Respon merupakan agenda nasional sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan kematian ibu dan bayi baru lahir.
“Kabupaten Merauke menjadi salah satu kabupaten lopus penurunan angka kematian ibu dan bayi, dari 5 kabupaten prioritas pemerintah pusat. Kabupaten ini tentu memiliki angka kematian yang cukup tinggi ya, sehingga menjadi perhatian,” ujarnya kepada wartawan.
Sehingga, kata dia, melalui pendekatan audit diperkenalkan kepada tenaga kesehatan tentang menanganis kasus lebih secara objektif.
Menurutnya, Merauke salah satu angka kematian ibu dan bayi baru lahir dilihat dari pendeteksian maupuj pencatatan kasus yang dilakukan secara baik.
“Mungkin memang kabupaten lain di provinsi Papau itu lebih tinggi, hanya karena masalah pencatatan dan pelaporan yang kurang baik. Mungkin pencatatan pelaporan di merauie sudah baik dalam artian terdeteksi,” katanya
Ia berharap, setelah pelaksanaan audit pihak peserta segera langsung membetuk tim dan memfungsikannya. “Sebab harapan dari pemerintah pusat dalam setahun harus ada 4 kali pertemuan untuk pembahasan kasus kematian,” pungkasnya. [ERS-NAL]
