Kisah Orang Malas yang Rajin Bangun Pagi

0
Yanur Perdana

Yanur Perdana

Oleh : Yanur Perdana

Bill Gates sebagai pendiri Microsoft Corporation pernah berkata “Saya memilih orang-orang yang malas untuk mengerjakan suatu pekerjaan berat, karena mereka akan mencari cara yang mudah untuk mengerjakan pekerjaan  tersebut.” Justru dari orang-orang yang malas ini, akan hadir berbagai macam inovasi.  Seorang penemu sepeda mungkin adalah orang yang malas berjalan kaki. Seorang penemu mesin cuci mungkin adalah orang malas mencuci. Seorang penemu lift mungkin adalah orang yang malas naik tangga. Seorang penemu remote control  mungkin saja telah lelah bolak-balik berjalan hanya untuk memindahkan saluran televisi.  Jadi, istilah malas di sini  bukan orang malas sembarangan, tapi orang malas  namun juga  kreatif, efisien,  dan efektif. Selain itu, walaupun malas, mereka juga punya tanggung jawab tinggi untuk menjalankan kewajiban dengan baik sebelum menuntut hak.

Sifat dasar orang-orang yang malas tersebut adalah ingin mengerjakan sesuatu dengan efektif dan juga  efisien. Rasa malas yang besar akan memicu kreativitas mereka.  Semboyan mereka adalah kalau bisa memilih  jalan mudah, mengapa harus melalui jalan yang susah.  Mereka merenung  tentang berapa lama waktu seseorang bekerja. Sebagai contoh pegawai kantoran. Jam kerja pekerja kantoran adalah dari pukul  08.00 sampai pukul 16.00 atau 17.00. Dalam sehari waktu mereka bekerja adalah 8-9 jam. Namun berapa jam, yang mereka gunakan secara efektif untuk bekerja?  Kadang kala mereka  menunda penyelesaian pekerjaan atau melaksanakan pekerjaan dengan tidak fokus, misalnya dengan mengerjakan sesuatu yang lain secara bersamaan. Orang kantoran yang malas selalu mencari cara bagaimana menyelesaikan kewajiban mereka secepatnya, tentu dengan menjaga kualitas pekerjaan mereka, kemudian dapat menikmati sisa waktu dengan melakukan hal-hal yang disukainya sambil menunggu jam kerja berakhir. Jika orang-orang malas ini  bekerja sebagai seorang pedagang, yang normalnya harus terus menerus menjaga lapaknya, yang dilakukan oleh orang-orang malas ini adalah mengubah jam kerja mereka. Mereka akan mencari waktu yang benar-benar efektif untuk menjual dagangannya. Mereka hanya akan menjual di waktu yang tepat, dan tidak membuka tokonya pada waktu yang kecil kemungkinannya ada pembeli. Selanjutnya, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk memanjakan dirinya. Itulah sebagian contoh yang dinamakan malas tapi kreatif, efisien, efektif dan bertanggung jawab.     

Agar dapat mengerjakan sesuatu dengan cepat dan fokus,  waktu yang  tepat bagi orang-orang malas ini  adalah pagi hari. Pagi hari selalu menjadi waktu favorit bagi mereka. Oleh sebab itu, maka orang-orang malas ini juga mempunyai kebiasaan bangun pagi. Suatu paradox (hal yang bertentangan) bukan? Bukankah bangun pagi bertentangan dengan malas? Benar ini merupakan paradox!

Apa manfaat bangun pagi?  Di pagi hari mereka  mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri sebelum bekerja. Mereka dapat  berolahraga dan sarapan sehat sehingga dapat lebih fokus dalam pekerjaan. Alasan lain  yang juga penting adalah semakin pagi mereka  bangun, maka semakin cepat  pula mereka dapat  tidur di malam hari dan dengan kualitas tidur yang semakin baik. Mungkin orang lain berasumsi bahwa malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan karena dapat lebih fokus tanpa ada gangguan. Tetapi bagi orang-orang malas, asumsi  tersebut salah karena malam hari adalah waktu alami untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Selanjutnya, orang-orang malas ini juga ingin membagikan tips bagaimana cara mendapatkan kebiasaan bagun pagi. Jika seseorang telah terbiasa bangun siang, tentu sangat sulit untuk dapat bangun pagi. Walaupun sangat sulit, tetapi bukanlah hal mustahil untuk dicapai jika mengerti caranya. Kebiasaaan tidak dapat dirubah secara drastis dalam waktu yang singkat. Kebiasaan hanya dapat diubah secara perlahan secara kontinyu minimal 21 hari. Pertama, yang  diperlukan adalah perubahan kecil, seperti bangun 10 menit lebih awal setiap hari secara konsisten. Hal tersebut perlu dilakukan secara berulang-ulang sampai menemukan waktu bangun pagi yang ideal. Pasang jam alarm dari smartphone dengan suara bising yang  diletakkan di tempat yang sulit dijangkau sehingga sulit untuk dimatikan. Usahakan setelah bangun tidur keluar dari kamar tidur untuk mencegah hasrat tidur kembali. Khusus untuk yang beragama Islam seharusnya sudah memiliki kebiasaan bangun pagi ini. Sebagai seorang Muslim, tentu punya kewajiban melaksanakan sholat Subuh. Setelah sholat Subuh, sedapat mungkin jangan tidur kembali. Akhirnya, apabila bangun pagi sudah dijadikan kebiasaan maka produktivitas  dari pagi menuju sore akan meningkat.  Sehingga pada waktu malam dapat  dinikmati ke-mager-an dan kenikmatan malas yang menjadi tujuan akhir orang-orang malas

Quote dari KPPN Merauke untuk pekan ini adalah “Awali setiap hari kehidupan kita dengan aura kehidupan yang positif karena dengan aura positif, tiada pilihan untuk aura negatif selain pergi”.[***]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *