Sulaeman Hamzah Kembali Singgung Soal Pupuk di Merauke
Pertemuan Anggota Komisi IV DPR -RI Sulaeman L. Hamzah dengan beberapa dinas di Merauke. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Anggota Komisi IV DPR-RI H. Sulaeman L. Hamzah kembali berkunjung ke Kabupaten Merauke. Kali ini, dia bersama anggota Komisi V DPR Provinsi Papua Fauzun Nihayah mengumpulkan beberapa dinas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Merauke.
Diantaranya menyangkut peternakan, perikanan dan kehutanan. Hadir dalam pertemuan di Swiss-Bell Hotel Merauke Perum Bulog Sub Divre Merauke, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan Kelautan, Kehutanan dan Karantina Pertanian.
Sulaeman Hamzah mengatakan pertemuan itu sengaja dilakukan guna menghimpun beberapa persoalan yang saat ini sedang terjadi.
“Pertemuan ini sengaja saya lakukan sebagai anggota Komisi IV DPR RI karena Merauke menjadi bahan diskusi yang terus menerus kami lakukan di senayan. Karena khusus daerah pemilihan Papua itu terkonsentrasi yang sering di bahas adalah dari Merauke. Maka saya merasa penting kita coba duduk bersama untuk mendiskusikan beberapa hal yang terjadi di masing – masing dinas supaya melengkapi apa yang saya temukan di lapangan untuk disuarakan di pusat,” jelas Sulaeman Hamzah dihadapan para perwakilan dinas, Senin (29/3).
Sulaeman Hamzah berharap, pertemuan tersebut setiap dinas dapat membantu pemerintah daerah dalam rangka mengisi pembangunan.
Salah satu persoalan yang disinggung dalam pertemuan tersebut mengenai pupuk yang selalu menjadi masalah.
“Masalah pupuk ini selalu saja ada masalah, kalaupun ada datangnya selalu terlambat di waktu orang sudah tanam baru lah pupuk tiba,” kata dia.
Mengenai pupuk, lanjut dia, prosesnya sudah jalan hingga ke provinsi. “Tapi ada satu keterlambatan dari kabupaten ini mulai nya saja belum. RDKK terlambat masuk, tahun kemarin saja tidak ada RDKK. Dan kalaupun ada pupuk eksekusi terakhir juga belum makanya selalu ada masalah di pupuk. Belum lagi di rinci sampai pengecer ke bawah, ini harus diperhatikan,” terang Sulaeman.
Menurut dia, Kabupaten Merauke berjuang menjadi lumbung pangan nasional, namun ada permasalahan yang tidak dipecahkan. “Petani setelah produksi mereka harus bisa tetap jalan dengan tahapannya dan perlu penyerapan juga, saya harap teman teman mitra bisa saling membantu, dinas pun harus bisa lebih teliti,” pungkas Sulaeman. [ERS -NAL]
