Masyarakat Ikut Bangun Jalan, Buah Pikir Pejabat Pemerintah

0
Proses Perbaikan Jalan Gudang Arang (2)

Merauke, PSP – Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Leo Patria Mogot menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam melakukan perbaikan jalan di jalan Gudang Arang merupakan bentuk buah pikir pejabat pemerintahan agar masyarakat bisa turut membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan.

“Kita sebagai pejabat pemerintah harus bisa berfikir bagaimana caranya menanggani ruas jalan ini tanpa terlalu membebani pemerintah akibat kurangnya anggaran. Dimana, saat ini pemerintah sedang fokus menangani covid-19,” terangnya, diruang kerjanya, Jumat (12/3/2021).

Oleh karenanya, ia mengajak agar para pejabat juga menjadi agen-agen perubahan dalam rangka melakukan upaya kemajuan pembangunan layanan publik, namun pada sisi yang lain tidak membebani anggaran negara. Sementara bagi masyarakat, ia juga berharap agar mau turut serta dalam kegiatan pembangunan dan berbaikan fasilitas publik, menginggat itu juga akan digunakan oleh masyarakat.

“Jadi kita diharapkan menjadi agen-agen perubahan didalam menjawab keluhan masyarakat, dan meringankan beban pemerintah. Untuk itu, kami menangani jalan ini dengan cara melakukan dengan merubah mainset masyarakat umum untuk sama-sama berpartisipasi dalam proses pembangunan atau secara spesifik perbaikan jalan gudang arang yang merupakan salah satu jalan fital yang menopang pelayanan-pelayanan di Merauke, seperti Pertamina, Dolog dan pelabuhan-pelabuhan,” ajaknya.

Lebih lanjut, Leo menyebutkan keterlibatan salah satu pengusaha dalam proses perbaikan jalan Gudang Arang secara sukarela dalam bentuk bantuan beton. Sehingga atas bantuan tersebut, pihak Dinas PU hanya menyiapkan tenaga kerja dan besi. 

“Kami coba berkordinasi dengan bapak Yudi Kusuma, atau yang lebih populernya disebut pak Pink. Kemudian pak pink bersedia membantu pemerintah untuk mengerjakan ruas jalan gudang arang dengan menyediakan beton. Karena bidang kerjanya kan menjual beton. Setelah kita hitung jumlah beton yang disumbang kurang lebih 40 mobil molen atau sekitar 200 kubik, kalau diuangkan 12,5 juta permolen berarti kurang lebih 500 juta rupiah,” sebutnya.

Menurut Leo, bantuan yang diberikan oleh salah satu pengusaha, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah atas izin dari pemerintah, sehingga usaha yang dijalankannya bisa berjalan dengan lancar. 

“Itu merupakan bentuk ungkapan terimakasih kepada pemerintah karena bisa juga bisa menjadi pengusaha dengan kodisi iklim, kondisi dan keadaan yang aman di Kabupaten Merauke,” paparnya. Sementara itu, ia harapkan ada kesadaran dari pengusaha-pengusaha lain, atau bahkan masyarakat umum juga dapat memahami bahwa tugas pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat umum. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *