Dalam Sehari, Papua Diguncang Gempa Tektonik 10 Kali
Ilustrasi
Merauke, PSP – Pada Senin (25/1) kemarin, Pulau Papua 10 kali diguncang gempa bumi tektonik. Dari total 10 gempa, 3 diantaranya yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Selanjutnya, dari 3 gempa, 2 gempa tektonik terjadi di Teluk Bintuni, dimana masing-masing terjadi pada pukul 03:42 WIT dengan parameter magnitudo Mw=5,2, dan yang kedua pada pukul 16:53 WIT dengan magnitudo Mw=4.4. Kemudian, gempa tektonik ketiga terjadi di wilayah Kabupaten Wamena pada pukul 06:49 WIT dengan magnitudo Mw=4,8.
Pengamat Gempa Bumi, BMKG Jayapura, Purnama David Anwar, mengatakan bahwa ketiga gempa tidak berpotensi terjadinya tsunami. Selian itu, menurutnya, ketiga gempa hanya dirasakan seperti getaran truk saat melintas.
“Dari ketiga gempa, kebetulan dampak MMI nya sama, antara 2-3 MMI. Yaitu rasanya seperti getaran truk yang melintas. Didalam rumah terasa, jadi orang-orang pada keluar rumah,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (25/1/2021).
Lebih jauh, David menuturkan bawa gempa tektonik ini tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi pada pekan lalu di Mamuju Sulawasi Barat. Munurutnya, Papua dan Sulawesi memiliki wilayah dan patahan yang berbeda.
“Kalau dirujuk dari sesarannya, yang Sulawesi Barat dan Papua kan beda wilayah dan beda patahan. Kalau di Papua kan terdiri dari beberapa lempeng penyusunnya hanya di Papua. Jadi kemungkinan sering terjadi karena ada sesar aktif di Papua, khususnya di Teluk Bintuni. Nah, dalam sehari ini sudah terjadi sekitar 9 kali gempa, tapi 2 yang dirasakan,” tambahnya.
David menambahkan, saat ini di Teluk Bintuni terus dalam pengawasan. Sementara di Wamena, termonitor tidak terjadi gempa susulan. “Kemungkinan di Teluk Bintuni masih kami monitor, karena aktifitas gempanya meningkat. Kalau di Wamena sekali saja dirasakan, setelah itu tidak lagi dirasakan,” bebernya.
Lebih lanjut David berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh pada informasi yang tidak bisa dipertangungjawabkan. “Masyarakat agar tetap tanang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertangungjawabkan kebenarannya,” harapnya. [WEND-NAL]
