Melalui Sekolah Restorasi, Nasdem Beri Wawasan Berwirausaha ke Puluhan Pemuda-Pemudi

0
Sekolah restorasi di Rumah Aspirasi Sulaeman L. Hamzah (1)

Sekolah restorasi di Rumah Aspirasi Sulaeman L. Hamzah. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Melalui sekolah restorasi, Anggota DPR-RI H. Sulaeman L. Hamzah dan Anggota DPR Provinsi Papua Fauzun Nihayah menggembleng puluhan pemuda – pemudi memahami tentang menentukan pilihan pekerjaan salah satunya berwirausaha, di Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah Sabtu (17/10)

Pemuda – pemudi dari berbagai wilayah di Kota Merauke itu diharapkan mampu mempertimbangkan langkah – langkah yang akan diambil ditengah situasi negara saat ini.

“Sekarang ada kurang lebih 3 jutaan orang sudah lulus dari perguruan tinggi secara nasional tetapi disisi lain lapangan pekerjaan tidak tersedia. Karena itu lah kita ingin mereka ini harus cepat membuat keputusan mereka mau menjadi apa,” ujar Sulaeman Hamzah.

Menurut dia, jika pemuda – pemudi sekarang berorientasi menjadi PNS sangat jauh dari harapan.

“Mau antri jadi PNS saya fikir itu akan jauh dari harapan mengingat situasi negara yang sekarang. PNS setiap tahun dibuka tapi secara  struktur juga terbatas. Maka lapangan kerja penting, untuk mulai mendidik mereka dilapangan sehingga ada pilihan lain selain PNS,” ujarnya.

Sulaeman Hamzah melanjutkan, secara nasional Partai Nasdem memiliki sekolah restorasi di pusat yang disebut Akademi Bela Negara. Hal itu merupakan wadah bagi siapa saja untuk mendapatkan ilmu baik dibidang politik maupun eksekutif.

“Mereka yang bisa di didik disana seminggu atau dua minggu , dia bisa memahami praktek menjadi politikus maupun eksekutif. Dia mau menerima jabatan eksekutif ada pilihan kesana dan dia berhasil ilmunya ada disitu begitupun politik. Sehingga mereka ditempa sedemikian rupa,” ungkapnya.

Memang, kata Sulaeman Hamza, sekolah restorasi sementara ini belum dibuka mengingat pandemi.

“Satu angkatan mereka bisa 4 bulan digodok disana. Setiap tahun kami buat cuma karena Covid mulai bulan Maret hingga sekarang masih belum terima.Tapi dari daerah bisa menyerap sampai 500 lebih orang. Maka di daerah kaminjuga memulai dengan cara kami sehingga tidak antri di pusat,” katanya.

Untuk modal usaha, kata dia, sedianya akan tetap diupayakan meskipun tidak akan diakomodir secara keseluruhan.

“Nanti di usahakan tapi tidak untuk semua. Intinya sekarang bagaimana masyarakat kita ajak untuk mandiri guna membantu perekonomian,” tutur dia. Diharapkan, sambung Sulaeman, wawasan emuda-pemudi setelah sekolah restorasi dapat terbuka demi kemandirian dalam meningkatkan ekonomi. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *