42 Prajurit Kokam, Ikuti Pembaretan

0
Kokam-Apel-Ilustrasi

Ilustrasi Kokam

Merauke, PSP – Sebanyak 42 prajurit Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Merauke yang baru, resmi diterima menjadi anggota prajurit setelah sebelumnya mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di SMP Muhammadiyah, pada Jumat (16/10) dan diakhiri dengan prosesi pembaretan di Pantai Payum, Minggu (18/10).

Komandan Kokam Merauke, Iwan Nauli, mengungkapkan bahwa Diklatsar merupakan agenda yang wajib diikuti oleh setiap anggota baru untuk bisa bergabung menjadi prajurit Kokam.

“Diklat ini sebagai syarat bagi setiap anggota baru untuk menjadi prajurit Kokam. Kegiatan diklat diakhiri dengan pembaretan di Pantai Payum dengan anggota Kokam diberi pengharagaan dengan dipasangkan baret. Anggota yang mengikuti sebanyak 42 orang, yang semuanya baru, bahkan pertama di Papua.,” kata Iwan kepada Papua Selatan Pos, Minggu (18/10).

Iwan menambahkan, bahwa visi misi adalah menjadi salah satu kader pemuda Muhammadiyah untuk mengamankan aset-aset dan amal usaha Muhammadiayah yang ada di Merauke dan di Indonesia.

“Mengawal perjalanan dakwah para ustad Muhammadiyah yang selama ini berdakwah dimanapun berada. Kemudian berbuat semanfaat mungkin dengan semangat aksi kemanusiaan, membantu penanganan bencana alam, membantu program-program pemerintah dan kepemudaan. Selain itu, ikut menjadikan pemuda diluar Kokam supaya lebih produktif, dan juga terhindar dari paham-paham yang menciderai UUD 1945 dan Pancasila,” tambahnya.

Kepada para prajurit, ia berharap agar tetap rendah hati dan selalu membatu sesasam serat menjadi pelopor cinta kepada NKRI. Salah satu realisasinya, Kokam turut serta dalam pendekatan dan penguatan ekonomi masyarakat asli Papua. “Untuk semua anggota yang sudah diberikan penghormatan dengan mengenakan baret, itu bukan sekedar simbolis atau hanya gagah-gagahan. Tapi tetap mengharapkan kerendahan hati, kemudian tidak congkak, selalu membantu sesama, cinta kepada NKRI. Khusus di Papua, kita melakukan pendekatan sosial ekonomi kepada orang asli Papua, agar pemuda muhammadiyah bisa mengambil peranan dalam kesenjangan ekonomi yang saat ini terjadi,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *